Musrenbang RKPD 2027 di Tukak Sadai, Pemkab Basel Fokus Penguatan Green dan Blue Economy

banner 468x60

BANGKA SELATAN — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2027 di Kecamatan Tukak Sadai, Selasa (18/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan Musrenbang tingkat kecamatan ketujuh dari delapan kecamatan yang dijadwalkan tahun ini, sekaligus memasuki tahapan akhir penyusunan rencana pembangunan daerah tahun 2027.

Forum perencanaan ini dilaksanakan secara tatap muka dan daring melalui Zoom Meeting guna memastikan partisipasi lintas pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pembangunan wilayah.

Kegiatan dipimpin langsung Kepala Bappelitbangda Bangka Selatan Ari Sutanto, S.Si., M.T., didampingi Sekretaris Badan Siti Kautsariyah, S.T., M.T., serta Kepala Bidang Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Rian Ganesha, S.T., M.T.

Selain para kepala bidang, kegiatan ini juga diikuti perwakilan Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Andrian, S.A.P., serta pegawai dari seluruh bidang di lingkungan Bappelitbangda yang turut terlibat dalam pembahasan usulan program.

Dalam arahannya, Ari Sutanto menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Bangka Selatan tahun 2027 difokuskan pada tema “Penguatan Pembangunan Green Economy dan Blue Economy.”

Menurutnya, tema tersebut disusun untuk menjawab tantangan struktural perekonomian daerah yang hingga kini masih bergantung pada sektor primer.

“Pertanian dan perikanan tetap menjadi kekuatan kita. Namun, ke depan harus dikelola lebih produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan,” ujar Ari.

Ia menjelaskan, sektor pertanian dan perikanan tetap menjadi kekuatan utama daerah, namun pengelolaannya harus diarahkan pada peningkatan produktivitas dan keberlanjutan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Pada kesempatan itu juga dipaparkan kondisi makro daerah, mulai dari pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, hingga proyeksi kemampuan keuangan daerah. Ari menilai transformasi ekonomi menjadi kebutuhan mendesak agar pertumbuhan daerah tidak rentan terhadap fluktuasi sektor tertentu.

Sebagai wilayah pesisir, Kecamatan Tukak Sadai dinilai memiliki posisi strategis dalam penguatan ekonomi biru atau blue economy. Potensi perikanan tangkap, budidaya, hingga pengembangan wisata bahari disebut menjadi modal penting pembangunan ekonomi wilayah.

Namun demikian, Ari menekankan bahwa pengelolaan potensi tersebut harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan laut.

“Blue economy bukan hanya soal produksi, tetapi juga menjaga laut tetap lestari. Kalau ekosistem rusak, ekonomi masyarakat ikut terdampak,” tegasnya.

Di sisi lain, pendekatan green economy diarahkan pada pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, penguatan sektor pertanian berkelanjutan, serta perlindungan kawasan pesisir dari risiko kerusakan lingkungan.

Dalam sesi diskusi, perwakilan pemerintah desa se-Kecamatan Tukak Sadai menyampaikan berbagai usulan prioritas hasil Musrenbang desa. Di antaranya peningkatan jalan penghubung antar desa, akses menuju sentra produksi perikanan, penguatan sarana dan prasarana perikanan, dukungan bagi UMKM pesisir, pengembangan sarana pariwisata, hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Ari menegaskan bahwa seluruh usulan akan diselaraskan dengan kemampuan fiskal daerah. Pemerintah daerah akan memprioritaskan program yang memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perbaikan kualitas lingkungan hidup.

“Kita ingin pembangunan yang terukur dan berdampak nyata. Tidak hanya tumbuh, tetapi juga merata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Musrenbang di Kecamatan Tukak Sadai menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan arah pembangunan tahun 2027 benar-benar berpijak pada potensi lokal.

Melalui forum partisipatif tersebut, diharapkan perencanaan pembangunan Kabupaten Bangka Selatan tahun 2027 dapat tersusun secara komprehensif, realistis, serta mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)

Pos terkait

banner 468x60