Teror Air Keras Malam Imlek: Aktivis Basel Rosidi Diserang Dua Pelaku Kejahatan Terencana

banner 468x60

TOBOALI, BERITABANGKA.COM – Malam Tahun Baru Imlek di Kota Toboali mendadak mencekam. Muhammad Rosidi, seorang aktivis yang dikenal lantang menyuarakan ketimpangan sosial di Bumi Junjung Besaoh, menjadi korban kebiadaban orang tak dikenal (OTD). Rosidi disiram air keras saat melintas di simpang Ampera pada Selasa malam (17/2/2026).

Kronologi Penyerangan

Insiden terbilang sadis ini terjadi saat Rosidi tengah mengemudikan kendaraannya. Secara tiba-tiba, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor matic memepet korban dan menyiramkan zat kimia berbahaya (Air Keras) tepat ke arah tubuhnya.

Aksi tersebut tergolong sangat terencana dan dilakukan dengan cara yang tidak manusiawi dan pengecut. Hingga saat ini, Rosidi masih terbaring lemah menjalani perawatan intensif di RSUD Junjung Besaoh akibat luka bakar serius di sekujur tubuhnya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Vokal Suarakan Isu Timah hingga Skandal Utang

Meski motif pasti penyerangan belum terkuak secara resmi, publik mengaitkan teror ini dengan keberanian Rosidi dalam mengusik “zona nyaman” para oknum.

Sebelum insiden berdarah ini, Rosidi tengah gencar menyoroti dua isu hangat beberapa hari ini yang terjadi di Bangka Selatan khususnya Bangka Belitung.

– Penyelundupan Pasir Timah: Praktik ilegal yang merugikan daerah dan negara.

– Kasus Pembantu Bupati Serang: Terkait dengan dugaan kasus utang proyek yang melibatkan Dr. Fauzan.

Kejadian ini menjadi cerminan kelam bahwa suara kritis di Bangka Selatan kini dibalas dengan intimidasi fisik yang brutal.

Reaksi Keras Tokoh Masyarakat: “Tangkap Sampah Masyarakat Ini!”

Kecaman mengalir deras dari berbagai pihak, salah satunya Mukmin, tokoh masyarakat Toboali. Ia menegaskan bahwa aksi ini adalah murni tindakan kriminal yang mencederai tatanan kondusif di Bangka Selatan.

“Tangkap pelaku! Ini murni kriminal dan tidak boleh dibiarkan hidup di Bumi Junjung Besaoh. Untuk aparat, segera gerak cepat tangkap sampah masyarakat itu. Jangan sampai masyarakat yang bergerak sendiri dan mengobrak-abrik mereka jika kami yang menemukan lebih dulu,” tegas Mukmin dengan nada berang.

Hingga berita ini dipublish, pihak kepolisian setempat belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pengejaran para pelaku.

Masyarakat kini menanti ketegasan aparat hukum untuk mengungkap dalang picik di balik penyerangan yang menyasar Muhammad Rosidi ini. (*)

Admin
Author: Admin

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60