BERITABANGKA.COM, MENTOK – Turnamen sepak bola Kades Cup Air Limau 2025 resmi berakhir dengan pertandingan sengit penuh strategi dan tensi tinggi.
Dalam laga final yang berlangsung di Lapangan Bola Air Limau, Bhayangkara FC harus puas berada di posisi kedua setelah kalah dari Idun FC Simpang Tiga lewat drama adu penalti dengan skor 2-4.
Turnamen yang diikuti puluhan tim desa ini sukses menyedot perhatian masyarakat. Antusias penonton sangat besar, mengingat ajang ini baru pertama kali digelar oleh aparatur Desa Air Limau.
Kehadiran masyarakat yang memenuhi sisi lapangan menjadi bukti tingginya semangat sportivitas sekaligus dukungan terhadap geliat sepak bola lokal.
Pertandingan Sengit Hingga Adu Penalti
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim tampil agresif dan penuh determinasi. Bhayangkara FC yang digawangi para personel Polres Bangka Barat menunjukkan pertahanan solid sekaligus serangan cepat yang merepotkan lawan. Namun, Idun FC tak tinggal diam dengan strategi serangan balik yang tajam.
Skor imbang bertahan hingga akhir waktu normal, memaksa laga berlanjut ke adu penalti. Pada pertandingan ini, Idun FC tampil lebih tenang dan berhasil menuntaskan eksekusi dengan skor 4-2, sekaligus memastikan gelar juara Kades Cup Air Limau 2025.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, memberikan apresiasi tinggi kepada Bhayangkara FC atas perjuangan yang ditunjukkan.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Saya bangga dengan semangat juang dan sportivitas yang ditunjukkan Bhayangkara FC. Ini bukan sekadar soal menang atau kalah, tapi juga membangun kebersamaan, disiplin, dan kerja keras. Prestasi ini menjadi motivasi bagi anggota Polri, khususnya generasi muda, untuk terus berkembang di bidang apa pun, termasuk olahraga,” ungkap Kapolres.
Evaluasi dari Coach
Pelatih Bhayangkara FC, Coach Satria, mengakui perjuangan keras anak asuhnya. Meski hasil belum sesuai harapan, ia optimistis timnya akan segera bangkit di turnamen selanjutnya.
“Semua pemain sudah bekerja keras, namun takdir berkata lain. Ini untuk ketiga kalinya kami menghadapi situasi yang sama. Masih ada turnamen lain, dan saya yakin Bhayangkara FC akan segera meraih hasil positif,” ujarnya.
Sepak Bola Jadi Sarana Positif
Lebih dari sekadar kompetisi, Kades Cup Air Limau 2025 menjadi wadah mempererat hubungan antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat.
Turnamen ini dapat memupuk persatuan, menghidupkan semangat olahraga di tingkat desa, serta menjadi sarana pembinaan generasi muda agar menjauhi hal-hal negatif.
Dengan suksesnya penyelenggaraan perdana ini, Kades Cup Air Limau diproyeksikan sebagai agenda tahunan yang mampu menghadirkan bibit-bibit pesepak bola potensial dari Bangka Barat. (*)












