Dua Komoditas Pangkalpinang Kembali Berlaga di Pasar Ekspor

  • Whatsapp

Dibukanya kembali pembatasan akibat pandemi Covid-19 secara bertahap terus memberikan angin segar bagi perdagangan produk pertanian di pasar global. Permohonan fasilitasi sertifikasi perkarantinaan sebagai persyaratan negara tujuan di wilayah sentra mulai menunjukan tren peningkatan.

Ekspor produk pertanian dari Propinsi Bangka Belitung (Babel) juga dilaporkan oleh Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Pangkalpinang yang menunjukkan tren membaik.

Bacaan Lainnya

Selaku otoritas karantina pertanian di perdagangan internasional, unit pelaksana teknis Badan Karantina Pertanian (Barantan) di Pangkalpinang ini bertugas untuk memfasilitasi produk pertanian saat dilalulintaskan, baik ekspor, impor dan antar area.

“Ada tiga komoditas pertanian unggulan ekspor asal Babel, yakni lada, karet dan produk olahan sawit,” kata Kepala Karantina Pertanian Pangkalpinang, Saifudin Zuhri saat turut mendampingi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Teten Masduki, red) dan Gubernur Babel melepas ekspor perdana lidi nipah di Pelabuhan Pangkal Balam, Pangkalpinang, Senin (6/7).

Menurut Zuhri, ekspor lidi nipah yang merupakan produk samping pohon nipah (Nypa fruticans) merupakan kali pertama atau perdana, dengan tujuan Nepal. Pohonnya sendiri adalah sejenis palem yang tumbuh di lingkungan hutan bakau atau daerah pasang surut dekat tepi laut dan dibina oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepulauan Babel.

Pos terkait

Slider

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *