KPPPA RI Tak Becus, Kabupaten Dengan Kriminalitas Tinggi Terhadap Anak Terima Penghargaan

banner 468x60

BERITABANGKA.COM, TOBOALI – Meski kasus kekerasan dan tindak kriminal terhadap anak di bawah umur masih kerap terjadi, Kabupaten Bangka Selatan kembali meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) dengan kategori Madya tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia, namun penetapannya menuai kritik tajam dan cemoohan masyarakat setempat.

Sejumlah warga mempertanyakan standar dan mekanisme penilaian yang digunakan tim KPPPA RI. Mereka menilai, pemberian penghargaan ini bertolak belakang dengan kondisi ril di lapangan, di mana kasus perundungan, kekerasan seksual, dan kriminalitas terhadap anak masih marak terjadi di wilayah berjuluk Junjung Besaoh.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Entah seperti apa penilaian mereka. Rasanya tidak masuk akal Bangka Selatan disebut Kabupaten Layak Anak, sementara kasus kekerasan terhadap anak masih sering kita dengar. Kalau begini, kesannya hanya laporan ABS (asal bapak senang) saja,” ujar seorang warga Toboali, Rabu (13/8/2025).

Kritik semakin menguat ketika diketahui penghargaan tersebut diserahkan di tengah suasana duka salah satu keluarga korban perundungan anak SDN 22 Rias di Toboali. Banyak pihak menilai momen itu tidak tepat dan terkesan mengabaikan perasaan keluarga korban.

Masyarakat Bangka Selatan tidak mempermasalahkan pemerintah daerah menerima penghargaan, namun anggap KPPPA RI asal dalam memberikan penghargaan semestinya lebih cermat dalam memilih momen dan memperhitungkan fakta di lapangan.

“Sudah cukup publik dibodohi dengan berbagai penghargaan formalitas. Jangan sampai lembaga negara ikut memperkuat pembodohan itu,” tambahnya.

Penghargaan KLA diberikan berdasarkan berbagai indikator, mulai dari kelembagaan, pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, hingga infrastruktur ramah anak. Namun, bagi sebagian masyarakat Bangka Selatan, indikator tersebut dinilai belum benar-benar mencerminkan situasi sebenarnya, terutama dalam aspek perlindungan anak dari kejahatan.

Kritik ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi KPPPA RI untuk lebih transparan dan realistis dalam memberikan penilaian, sehingga predikat “Layak Anak” tidak hanya menjadi gelar penghargaan saja, melainkan benar-benar menggambarkan kondisi aman dan nyaman bagi anak di daerah penerima. (*)

Admin
Author: Admin

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60