Prahara Ajudan dan Dokter di Basel: Saat Marwah “Abdi Negara” Tercederai Arogansi

banner 468x60

TOBOALI, BERITABANGKA.COM – Dunia kesehatan dan birokrasi di Negeri Beribu Pesona tengah diguncang prahara. Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa dr. Fauzan, mantan Direktur RSUD Junjung Besaoh, menjadi sorotan tajam publik. Bukan sekadar perkara kekerasan biasa, keterlibatan oknum aparat dan pegawai pemerintahan dalam insiden ini memicu gelombang kecaman atas perilaku yang dinilai jauh dari nilai humanis.

Satu Terduga Diamankan, Dua Masih Buron

Kepolisian Resor (Polres) Bangka Selatan bergerak cepat merespons kegaduhan ini. Teranyar, pihak kepolisian telah mengamankan seorang oknum anggota Polri berinisial RDN.

Sosok yang sehari-harinya bertugas sebagai ajudan Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, kini harus menjalani pemeriksaan intensif di markas kepolisian.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Namun, drama hukum ini belum usai. Dua terduga pelaku lainnya masih menghirup udara bebas.

Mereka adalah Ahmad Deka, seorang aparatur di bagian Humas Pemkab Bangka Selatan, serta satu individu yang diduga berprofesi sebagai penagih utang (debt collector).

Keduanya kini masuk dalam daftar pengejaran petugas dan diminta untuk segera kooperatif mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sentimen Publik: Polri dalam Sorotan

Insiden ini bak api dalam sekam. Lontaran kritik pedas menghujam institusi Polri di media sosial dan ruang publik.

Masyarakat menyayangkan keterlibatan oknum APH (Aparat Penegak Hukum) aktif yang seharusnya menjadi garda terdepan pelindung warga, namun justru diduga mempertontonkan arogansi kekuasaan di ranah sipil.

Kekerasan terhadap tenaga medis—terlebih seorang mantan pucuk pimpinan RSUD—dianggap sebagai citra buruk bagi iklim keamanan dan penghormatan terhadap profesi mulia di Bangka Selatan.

Ketegasan Kapolres: Hukum Tak Akan Tumpul ke Atas

Menanggapi tensi yang meninggi, Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif, memberikan pernyataan tegas.

Ia memastikan bahwa proses hukum terhadap oknum RDN sedang berjalan sesuai prosedur yang berlaku tanpa ada perlakuan khusus.

“Kami tegaskan bahwa pemeriksaan terhadap oknum ajudan tersebut sudah dilakukan. Kepolisian tidak akan tinggal diam dan akan melakukan pendalaman lebih lanjut atas musibah yang menimpa dr. Fauzan. Fokus kami saat ini adalah menegakkan keadilan dan mengejar pelaku lainnya yang masih melarikan diri,” ujar AKBP Agus Arif dengan nada tegas, Senin (16/2/2026).

Menanti Titik Terang Keadilan

Kasus ini menjadi ujian bagi kredibilitas penegakan hukum di Bangka Selatan. Publik menanti keberanian pihak berwajib untuk mengusut tuntas motif di balik pengeroyokan tersebut, termasuk menangkap Ahmad Deka dan rekannya yang masih buron.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut terkait keterlibatan staf Humas dan ajudan Bupati dalam pusaran kasus kekerasan ini. (*)

Admin
Author: Admin

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60