BERITABANGKA.COM – Komitmen PT Timah Tbk dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa kembali diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, perusahaan menyalurkan bantuan pembangunan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) di Desa Bencah, Kabupaten Bangka Selatan.
Pujasera ini dirancang sebagai sentra perdagangan baru yang diharapkan menjadi motor penggerak perekonomian desa. Fasilitas tersebut memberikan wadah representatif bagi warga untuk memasarkan berbagai produk lokal, mulai dari hasil pertanian, tangkapan ikan, hingga kuliner khas setempat.
Dampak bagi Ekonomi Desa
Kepala Desa Bencah, Heri Purnomo, menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan PT Timah. Ia menyebut kehadiran Pujasera akan membawa dampak nyata bagi peningkatan ekonomi desa sekaligus menambah Pendapatan Asli Desa (PAD).
“Pujasera ini dibangun untuk menopang ekonomi masyarakat. Warga bisa berdagang di sini dan sekaligus menambah PAD desa. Alhamdulillah, pasar Desa Bencah saat ini mampu menyumbang sekitar Rp100 juta per tahun,” jelas Heri.
Menurutnya, Pujasera akan difungsikan ganda. Pada siang hari, aktivitas lebih banyak berfokus pada jual beli kebutuhan pokok, sedangkan malam hari akan dihidupkan dengan konsep kuliner serta kedai kopi modern untuk menarik generasi muda.
“Perputaran ekonomi di sini per harinya bisa mencapai puluhan juta rupiah karena pembeli datang bukan hanya dari Desa Bencah, tetapi juga desa sekitar. Produk pertanian maupun hasil laut warga banyak dijual di sini, manfaatnya sangat besar,” tambahnya.
Sinergi Berkelanjutan
Pemdes Bencah juga berharap sinergi dengan PT Timah tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi berlanjut dalam mendukung kegiatan sosial masyarakat, termasuk generasi muda.
“Kami berharap PT Timah bisa ikut mendukung kegiatan kepemudaan, misalnya Karang Taruna. Saat ini Pemdes bersama Karang Taruna sedang menggelar event sepak bola Bencah Cup, semoga PT Timah juga bisa berpartisipasi,” ungkap Heri.
Kemandirian Ekonomi Desa
Dengan hadirnya Pujasera ini, Desa Bencah optimis mampu menggairahkan roda perekonomian lokal sekaligus menjadi contoh bagi desa lain dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Inovasi berbasis kemandirian ekonomi desa ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pembangunan berkelanjutan di Bangka Belitung. (*)















