Roket pengangkut Lijian-1 atau Kinetica-1 Y11 sukses meluncur

(251109) -- JIUQUAN, Nov. 9, 2025 (Xinhua) -- A Lijian-1 Y9 carrier rocket carrying two technical experiment satellites blasts off from the Dongfeng commercial space innovation pilot zone in northwest China, Nov. 9, 2025. The rocket blasted off at 11:32 a.m. (Beijing Time) and successfully sent the satellites into the planned orbit. (Photo by Wang Jiangbo/Xinhua)
banner 468x60

BERITABANGKA.COM – China kembali menunjukkan ambisi besarnya di sektor antariksa komersial. Pada Rabu, 10 Desember, roket pengangkut Lijian-1 atau Kinetica-1 Y11 sukses meluncur dari Zona Percontohan Inovasi Antariksa Komersial Dongfeng, tak jauh dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan, China barat laut. Roket melesat pada pukul 12.03 waktu Beijing (11.03 WIB) membawa sembilan satelit, termasuk satu satelit milik Uni Emirat Arab (UEA).

Satelit milik UEA, yang diberi nama 813, dirancang untuk misi observasi tanah, iklim, hingga kondisi lingkungan. Mengutip Xinhua keikutsertaan satelit ini menandai semakin eratnya kolaborasi antariksa antara Beijing dan negara-negara Timur Tengah.

Namun yang paling menonjol dari misi ini bukan hanya kolaborasi internasional, melainkan kehadiran teknologi baru yang dapat mengubah cara China mengawasi infrastrukturnya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Satelit Super Presisi untuk Jaringan Listrik

Salah satu muatan utama adalah Jixing High-Resolution 07D01, satelit pengindraan jauh pertama China yang dikembangkan khusus untuk mendukung industri tenaga listrik. Satelit ini punya kemampuan resolusi spasial lebih baik dari 0,5 meter, memungkinkan deteksi hingga detail kecil pada jaringan transmisi mulai dari menara listrik, kabel transmisi, hingga kondisi struktural di lapangan.

State Grid Electric Power Engineering Research Institute menyebut, satelit ini mampu melakukan pemantauan koridor listrik dari timur ke barat secara kontinu, menjangkau lebih dari 200 kilometer tiap kali melintas. Dalam dunia energi, kemampuan ini setara dengan revolusi tingkat presisi survei meningkat lebih dari lima kali lipat dibanding satelit generasi sebelumnya.

Aplikasi satelit tersebut mencakup pemantauan proyek ultra-high voltage (UHV), analisis dampak lingkungan, inspeksi koridor transmisi berisiko tinggi, peringatan bencana, hingga evaluasi cepat atas kerusakan pascabencana.

Misi Lain: Perkotaan, Air, dan Transformasi Digital

Selain UEA dan satelit jaringan listrik, peluncuran ini juga membawa dua satelit pengindraan jauh yang difokuskan pada pengelolaan sumber daya air, manajemen kawasan perkotaan, serta mendukung transformasi digital di salah satu distrik di Kota Hefei, Provinsi Anhui.

Keberhasilan Lijian-1 ini merupakan pencapaian China dalam industri luar angkasa komersial yang bergerak cepat. Dengan teknologi yang semakin presisi dan kolaborasi internasional yang meluas, Beijing tampak menegaskan satu pesan perlombaan antariksa era baru tidak lagi dimonopoli oleh negara Barat. (*)

Admin
Author: Admin

banner 300x250
banner 468x60