Wabup Debby Hadiri HLM TPID Babel, Tegaskan Komitmen Bangka Selatan Kendalikan Inflasi melalui Strategi 4K

banner 468x60

PANGKALPINANG, beritabangka.com — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah melalui penguatan sinergi lintas sektor. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Wakil Bupati Bangka Selatan, Hj. Debby Vita Dewi, S.E., M.M., pada High Level Meeting (HLM) dan Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026 di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E., ini menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi antarpemerintah daerah guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mengantisipasi potensi inflasi di wilayah Bangka Belitung.

Dalam forum tersebut, Wabup Debby menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan untuk terus bersinergi dengan pemerintah provinsi, Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan, memperlancar distribusi, dan memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Kita tidak boleh lengah terhadap pergerakan harga pangan di pasar. Melalui forum strategis ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berkomitmen memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan seluruh instansi terkait agar pasokan pangan tetap aman, distribusi berjalan lancar, serta harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar Wabup Debby.

Menurutnya, sinergi antar pemerintah daerah dan seluruh anggota TPID menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, termasuk dampak ketidakpastian ekonomi global yang dapat memengaruhi stabilitas harga di daerah.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan selama ini telah menjalankan berbagai langkah pengendalian inflasi, di antaranya pemantauan harga kebutuhan pokok secara berkala, pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah, serta penguatan sektor pertanian untuk menjaga ketersediaan komoditas pangan.

“Inflasi yang terkendali merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat. Kami mengapresiasi pelaksanaan High Level Meeting ini sebagai wadah menyamakan langkah dan memperkuat koordinasi. Dengan sinergi yang baik, kami optimistis stabilitas ekonomi di Bangka Belitung, khususnya Kabupaten Bangka Selatan, dapat terus terjaga,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga memaparkan implementasi strategi pengendalian inflasi melalui formula 4K, yakni:

  • Keterjangkauan Harga, melalui operasi pasar dan pengawasan harga.
  • Ketersediaan Pasokan, dengan menjaga stok pangan serta memperluas kerja sama antar daerah.
  • Kelancaran Distribusi, melalui peningkatan infrastruktur dan kelancaran arus logistik.
  • Komunikasi Efektif, melalui koordinasi lintas sektor, penyediaan data harga harian, dan edukasi kepada masyarakat.

Berdasarkan data Indikator Perkembangan Harga (IPH) Januari hingga minggu pertama Juli 2026, kondisi harga pangan di Kabupaten Bangka Selatan relatif terkendali. Adapun komoditas yang menjadi perhatian utama meliputi cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras yang kerap memengaruhi pergerakan inflasi.

Melalui penerapan strategi 4K tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan optimistis mampu menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta meminimalkan dampak gejolak ekonomi global terhadap masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, para bupati dan wali kota se-Bangka Belitung, pimpinan instansi vertikal, serta jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) provinsi maupun kabupaten/kota.

Melalui High Level Meeting ini, diharapkan koordinasi antarpemerintah daerah semakin solid sehingga pengendalian inflasi dapat berjalan lebih efektif, menjaga daya beli masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pos terkait

banner 468x60