PT Timah Bertanggungjawab : Santuni Keluarga Almarhum Bowo

TOBOALI – Didik selaku Keluarga almarhum Bowo (50) korban laka tambang yang terjadi di Parit 4, Desa Rindik, Toboali, Bangka Selatan Selasa (10/1) kemarin, sangat apresiasi terhadap upaya PT Timah dalam menyantuni dan membantu keluarga korban.

“Kami sebagai keluarga almarhum sangat berterimakasih kepada PT Timah atas tanggung jawab mereka untuk menyantuni keluarga korban yang ditinggalkan,” ujarnya kepada wartawan dikediamannya pada Rabu (11/1/2023) siang.

Hal lain pun dilakukan PT Timah kepada kedua anak korban laka tambang dengan menyekolahkan salah satu anak korban hingga selesai dan memberi bantuan lainnya kepada anak korban dengan pekerjaan.

“Dua hal yang dilakukan PT Timah dengan menyantuni 2 orang anak korban dengan menyekolahkan dan memberi anak korban satunya yang agak besar dengan memberinya pekerjaan dan saat ini dalam proses dan Alhamdulillah,” bebernya.

Didik berharap dengan musibah ini, keluarga yang ditinggal bisa kuat dan berlapang dada mengikhlaskan kepergian almarhum.

“Kita sudah ikhlas, persoalan ini sudah kita lakukan dengan penyelesaian secara kekeluargaan dengan PT Timah semoga ada hikmahnya dari kejadian ini dan hubungan baik dengan PT Timah tetap terjaga lantaran hal ini bukan kesengajaan ini takdir yang tidak bisa kita elak lagi jadi kami sekeluarga ikhlas semoga Almarhum tenang disisi-NYA,” pungkas Didik.

Bawaslu Basel dengan UBB Jalin Kerjasama Sesuai Dengan PKS

TOBOALI – Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dengan Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) prihal Peningkatan Pengawasan Partisipatif dalam Pemilu dan Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di ruang vicon Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, Rabu (10/1/2023).

Kegiatan PKS tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Hukum, Dr. Derita Prapti Rahayu, SH., MH, Dosen Fakultas Hukum, Ketua Bawaslu Basel, Azhari dan anggota Kordiv Erik beserta Staf Bawaslu Basel.

Dr. Derita Prapti Rahayu selaku Dekan FH UBB menyampaikan tujuan dari PKS ini untuk memperkuat kerjasama dalam meningkatkan pengawasan partisipatif di kolaborasikan dengan program-program Fakultas Hukum.

“Nanti terkait kerjasama ini memang saling menguntungkan bagaimana pun ditahun-tahun politik ini pasti kita dalam ranah akademik bisa juga untuk dikolaborasikan dengan kegiatan-kegiatan Bawaslu Basel untuk memberikan sumbangsih ide atau pemikiran dan konsep secara yuridis mengenai fungsi pencegahan, pengawasan dan penindakan. Selain itu, juga dalam program pendidikan, penelitian dan pengabdian,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Rabu (11/1/2023).

Ketua Bawaslu Basel Azhari menjelaskan sinergitas dan kolaborasi Bawaslu dengan Fakultas Hukum UBB dalam meningkatkan peran Bawaslu tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Dengan adanya kerjasama ini, sangat membantu kami dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang berkaitan tentang sosialisasi peraturan Bawaslu, hukum acara penanganan pelanggaran pemilu, dan pengawasan partisipatif. Dan juga nanti Kerjasama ini akan dikolaborasikan dengan program-program di Bawaslu Kab. Bangka Selatan seperti forum warga, Bawaslu Goes to School, dan Pengawasan Partisipatif,” pungkasnya.

Bayu Soroti Kualitas Pekerjaan Pendestrian Himpang 5 Toboali

TOBOALI – Pengrusakan fasilitas umum terhadap aksesoris di kawasan pendestrian Himpang 5 (lima) Toboali viral. Pasalnya, pengrusakan itu terjadi pada pukul 02.30 WIB, disebabkan oleh tiga pemuda nanggung terindikasi dibawah pengaruh alkohol menabrak hiasan bola hingga hancur berantakan.

Kepala Bidang (Kabid) Propaganda dan Kajian Isu Strategis, Aliansi Pemuda Indonesia (API) Bangka Selatan, Bayu Maulana Putra berpendapat, sangat lucu jika hiasan bola-bola taman itu di tabrak oleh motor bisa pecah berkeping-keping bahkan sangat mustahil, berarti pengerjaan proyek tersebut terindikasi tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Karena kalau berkaca dan melihat hiasan bola-bola yang sama di Kota Pangkal Pinang saya rasa hal itu akan mustahil pecah. Sepengetahuan saya pembuatan itu harus di cor pinggirannya setebal kurang lebih 5 sampai 7 cm jadi lebih berisi, berat dan tidak ompong seperti keramik hiasan rumah,” katanya kepada Jurnalis, pada Rabu (11/1/2023).

Tak hanya itu, Ia mempertanyakan kualitas dan kuantitas dari pengerjaan pekerjaan itu, apakah proyek ini sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan ?

Sementara menurutnya, jelas bahwa pekerjaan itu dibuat menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dengan jumlah yang fantastis terhitung kurang lebih 3 miliar rupiah.

Bayu berharap seluruh elemen masyarakat Basel untuk ikut serta mengawasi apakah proyek pembangunan wajah kota Toboali sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang sudah ditentukan.

“Jangan sampai karena terlalu banyak bagi-bagi kue ke pihak-pihak terkait sehingga pihak kontraktor mengurangi speknya biar tidak mengalami kerugian. Hal itu menjadi tanda tanya besar bagi kita semua, bukan hanya berfokus pada pelaku perusakan atau penyebab bola bola itu bisa pecah,” bebernya.

“Mari sama-sama kita jaga fasilitas umum yg ada di Bangka Selatan tercinta ini, kalau bukan kita yang menjaga daerah kita siapa lagi, jadilah kita sebagai pemuda yang cerdas, bijak karena pemuda adalah ujung tombak untuk kemajuan daerah,” pungkasnya.

Kediaman Nenek Ijah Habis Terbakar

BANGKA BARAT – Pil pahit harus ditelan mentah mentah oleh nenek Ijah berusia 69 tahun hari ini Rabu (11/1/2023). Kediaman satu-satunya, tempat berlindung dan bernaung dirinya bersama anaknya habis terbakar.

Kediaman nenek Ijah tepat berada di Dusun Menggarau, Desa Peradong, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat.

Untuk sementara belum diketahui secara pasti penyebab rumah nenek Ijah sampai terbakar tak bersisa.

Penjelasan Aryo (43) tetangga nenek Ijah (69) mengatakan, rumah tersebut ditempati nenek Ijah bersama anaknya.

“Pertama kali api itu kecil dan secara perlahan langsung besar. Hingga mengakibatkan rumah milik nenek yang tinggal bersama anak bujang nya, ludes dilahap oleh api,” kata Aryo.

Bersama warga sekitar tambahnya, sempat melakukan pertolongan kepada nenek Ijah dengan berusaha memadamkan api yang sudah membakar sekeliling rumah. Namun apadaya dengan peralatan seadanya warga sekitar tidak mampu untuk memadamkan api yang begitu beringas malahap kediaman nenek Ijah.

“Kami bersama warga berusaha memadamkan api yang mengelilingi rumah milik nenek Ija,” bebernya.

Aryo berharap ada pihak-pihak dermawan yang terketuk hatinya untuk membantu secara langsung atas musibah dialami nenek Ijah, lantaran harta benda nenek Ijah tidak bisa diselamatkan lagi.

“Harapan kami semoga nenek Ija mendapatkan bantuan dari orang-orang yang baik,” pungkasnya.

Nampak raut wajah tegar pada nenek ini hanya kepasrahan dihaturkan menerima musibah yang tak tentu menimpa masing masing manusia.

“Nama nya musibah semua telah diatur sama yang atas, sederhana harapan nenek semoga ada rezeki dan hadir orang-orang baik,” kata nenek Ijah pasrah.

 

Sumber : CMNnews.id

Psikolog UGM ungkap Efek Lato-Lato Kurangi Ketergantungan Anak Terhadap Hp

NASIONAL – Permainan lato-lato kini kembali populer di masyarakat. Bahkan, tidak sedikit orang terutama anak-anak yang cukup menggandrungi permainan jadul ini. Namun, saat ini lato-lato mulai meresahkan karena suaranya yang mengganggu bahkan memakan korban. Muncul sejumlah laporan adanya anak-anak yang terluka saat bermain lato-lato.

Melihat fenomena ini, Psikolog UGM, Prof. Drs. Koentjoro, M.BSc., Ph.D., Psikolog., memberikan tanggapannya. Koentjoro menyebutkan ada sisi positif yang perlu dipahami oleh masyarakat terkait permainan lato-lato bagi anak-anak. Salah satunya adalah mengurangi ketergantungan anak untuk bermain gawai.

“Segi positifnya ketergantungan anak pada handphone (HP) jadi berkurang. Dulunya waktu untuk main HP sekarang ke lato-lato,” jelasnya melalui keterangan tertulis kepada media ini, Selasa (10/01).

Tak hanya itu, Koentjoro menjelaskan melalui permainan lato-lato anak-anak dapat melatih konsentrasi, ketangkasan fisik, kepercayaan diri, sosialisasi, dan lainnya.

“Lato-lato ini bisa menjadi sarana anak berolahraga, belajar konsentrasi secara murah,” tuturnya.

Terkait lato-lato yang melukai anak-anak ketika memainkannya, Koentjoro menyampaikan bahwa kehadiran orang tua dalam hal ini menjadi sangat penting. Menurutnya, peran orang tua menjadi krusial untuk memberikan pemahaman atau mengedukasi anak-anak terkait cara, aturan, hingga bahaya dari setiap permainan yang dimainkan termasuk lato-lato.

“Peran orang tua harus ada, bermain dengan aman harus diajarkan kepada anak. Aturan kapan main juga dijelaskan seperti saat memakai HP, agar tidak mengganggu lingkungan,” ucapnya.

Lalu, apakah sekolah juga perlu melarang lato-lato? Guru Besar Fakultas Psikologi UGM ini kurang setuju jika sekolah melarang lato-lato. Sekolah disini juga memiliki peran untuk memberikan pengertian pada siswanya akan aturan dan cara bermain lato-lato yang aman dan tidak mengganggu lingkungan.

Menurutnya, sekolah justru bisa menjadi fasilitator bagi anak dalam menyalurkan hobi bermain lato-lato. Misalnya dengan menyelenggarakan lomba lato-lato yang tidak hanya sebagai sarana menampung hobi anak, tetapi juga mengajarkan bagaimana bermain secara jujur dan sportif.

“Sekolah mengingatkan. Bukan hanya sekedar melarang karena berbahaya atau membiarkan saja, namun anak-anak diingatkan bahaya lato-lato bagi diri sendiri dan orang lain serta kapan bisa bermain biar peka terhadap lingkungan,”paparnya.

PT Timah Bela Sungkawa Atas Laka Tambang Yang Merenggut Dua Nyawa

TOBOALI – Kabid Humas PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, dalam keterangan tertulis menyampaikan perusahaan dalam kondisi berbela sungkawa atas kecelakaan yang terjadi. Saat ini pikiran dan doa untuk korban kecelakaan dan keluarga yang ditinggalkan, Selasa (10/1/2023).

Disampaikan Anggi, informasi awal yang pihaknya terima, bahwa kecelakaan terjadi diduga akibat kondisi struktur tanah yang labil sehingga menyebabkan longsor. Namun untuk penanganan lebih lanjut, sesuai ketentuan, tim produksi perusahaan telah berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Juga kami sampaikan bahwa proses evakuasi telah selesai dilaksanakan dan saat ini tim kita terus berkoordinasi dan fokus bersama dengan pihak keluarga untuk proses pengkebumian korban,” katanya.

Untuk itu, kata Anggi, kedepan perusahaan akan terus berbenah memperkuat komitmen dalam mengimplementasikan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam proses bisnis perusahaan.

Sebagai informasi, ujarnya, dalam beberapa tahun ke belakang PT Timah Tbk telah berupaya keras untuk meningkatkan kinerja K3 dalam tujuan mencegah terjadinya kecelakaan hingga fatality.

Sehingga pada tahun 2021 dan 2022 lalu perusahaan berhasil mencatatkan rekor zero fatality dalam proses bisnis perusahaan.

“Pembenahan juga terus dilakukan dengan meningkatkan kesadaran dan menjadikan safety sebagai budaya, pengawasan berjenjang hingga merumuskan berbagai peraturan dalam internal perusahaan dan juga mitra usaha,” tandas Anggi.

Laka Tambang Renggut Dua Nyawa

Kecelakaan tambang kembali terjadi di wilayah Tambang 4 Desa Rindik Kecamatan Toboali, Selasa (10/1/2023) siang.

Kepala Desa Rindik, Andi Saputra membenarkan terjadinya kecelakaan tambang itu kepada media ini.

Menurut dia wilayah Tambang 4 tempat terjadinya kecelakaan tambang itu berada di wilayah Desa Gadung. Dia menyebut, yang menjadi korban kecelakaan tambang bukan warga Desa Rindik, Kecamatan Toboali.

Informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan ini diduga terjadi pada Selasa (10/1/2023) siang. Dua penambang tewas akibat tertimbun tanah longsor. Korban merupakan warga Air Aceng bernama Bowo (50) dan Jon (50) warga Jalan Bukit Toboali.

Saat ini kedua korban telah dibawa ke rumah duka. Korban sempat dilarikan ke Pusyandik Toboali, namun sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman Pastikan Integrasi Penggunaan NIK sebagai NPWP Mempermudah Masyarakat

KOBA – Bupati Bangka Tengah (Bateng), Algafry Rahman sambut kedatangan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, Romadhaniah, yang mengagendakan audiensi, Senin (09/01/2023), di ruang kerja Bupati Bateng.

Maksud kedatangan DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung ini membahas perihal integrasi penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) per 14 Juli 2022. Bahkan dalam audiensi ini, Bupati Bateng, Algafry secara langsung telah menerima kartu NPWP dengan format terbaru.

Sebagai informasi, meski kini format baru NPWP mulai berlaku, namun format lama yang ada masih akan tetap diberlakukan hingga akhir Desember 2023. Hal ini dikarenakan belum seluruh layanan administrasi dapat mengakomodasi NPWP dengan format baru.

“Alhamdulillah, ini merupakan suatu kolaborasi, harmonisasi, juga bentuk komunikasi yang diperlukan antar sektor. Hari ini Pemkab Bangka Tengah kedatangan DJP Sumsel Babel guna menyosialisasikan penggunaan NIK jadi NPWP,” kata Algafry.

Algafry yang menyambut hangat kedatangan DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung ini merasa senang dan bangga terhadap perubahan yang ada dan akan segera menyosialisasikan informasi yang didapat kepada ASN di ruang lingkup Pemkab Bateng.

“Kita sosialisasikan dulu ke ASN yang ada di Pemkab Bangka Tengah terlebih dahulu, kemudian kepada masyarakat Bateng. Jadi jangan sampai pusat sudah meluncurkan, namun kita belum siap dalam mendukung hal tersebut,” tutur Algafry.

Di tempat yang sama, Kepala Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, Romadhaniah, menjelaskan perubahan ini dasarnya adalah implementasi dari Perpes 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

“Perubahan ini untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses seluruh layanan perpajakan di masa yang akan datang. Dengan perubahan ini, masyarakat hanya cukup mengingat NIK saja,” jelas Romadhaniah.

Diungkapkannya, rencana format baru ini akan efektif digunakan secara serentak pada 1 Januari 2024, baik seluruh layanan DJP maupun kepentingan pihak lain yang mewajibkan NPWP. Ia juga menegaskan format lama NPWP masih dapat digunakan hingga akhir Desember 2023.

“Hal ini dikarenakan seluruh layanan yang padat belum dapat mengakomodasikan NPWP dengan format terbaru dan masih dalam pengembangan. Oleh karena itu, layanan ini masih digunakan pada sistem perpajakan secara terbatas,” ungkapnya lebih lanjut.

Ia juga berharap penggunaan NIK jadi NPWP bisa menjadi langkah dalam mengupayakan data dan informasi yang terkumpul di pemerintahan/lembaga dan pihak lain yang memiliki sistem administrasi serupa.

“Pemerintah juga akan lebih mudah dalam memberikan layanan kepada masyarakat hanya dengan menggunakan NIK sebagai identitas tunggal. Begitu pun masyarakat yang nantinya hanya perlu mengingat NIK untuk melakukan kegiatan perpajakannya tanpa perlu mengingat NPWP lagi,” tuturnya.(Doni)