FOTO: Penumpang KM Cahaya Buana Diperiksa Tim Covid-19 Bangka Selatan

Sebanyak 18 penumpang Kapal Motor (KM) Cahaya Buana yang berlayar dari Belitung tujuan pelabuhan Sadai Kabupaten Bangka Selatan sudah selesai menjalani pemeriksaan kesehatan pada Rabu (29/4) malam.

Dari 18 penumpang dan 3 Anak Buah Kapal (ABK) KM Cahaya Buana dinyatakan sehat oleh tim kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Bangka Selatan, Supriyadi, menyatakan data 18 penumpang tersebut telah diteruskan ke kabupaten atau kota yang menjadi tujuan para penumpang.

Sebelumnya KM Cahaya Buana diamankan tim Satpolair Polres Bangka Selatan pada Rabu (29/4) sekitar pukul 17.20 WIB. Mereka diamankan di dermaga Pelabuhan Sadai Bangka Selatan.

Penumpang dan ABK tidak diperkenankan turun ke daratan sebelum tim kesehatan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bangka Selatan tiba di lokasi dan selesai mendata dan memeriksa kesehatan para penumpang.

Penumpang KM Cahaya Buana saat diperiksa tim gabungan yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan, di Pelabuhan Sadai Rabu malam (29/4/2020).

Presiden Jokowi Optimistis 2021 adalah Tahun Pemulihan Ekonomi

Presiden Joko Widodo optimistis bahwa tahun 2021 adalah tahun pemulihan ekonomi setelah dihajar oleh pandemi virus korona atau Covid-19.

Untuk itu, Presiden meminta para kepala daerah untuk mengidentifikasi secara detail dan memilah secara cermat sektor-sektor yang terdampak serta yang memiliki peluang di masing-masing daerahnya.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) tahun 2021 yang digelar secara virtual melalui telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 30 April 2020.

“Sektor apa yang terkena dampak paling parah, sektor apa yang dampaknya sedang, dan sektor apa yang masih bisa bertahan dan justru bisa mengambil peluang yang ada.

Karena saya melihat ada beberapa sektor yang sangat terpukul, seperti sektor UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), sektor pariwisata, sektor konstruksi, sektor transportasi.

Namun ada juga yang masih bisa bertahan dan bahkan bisa bergerak memanfaatkan momentum ini, misalnya sektor tekstil dan produk tekstil, sektor kimia, sektor farmasi, sektor alat kesehatan, sektor makanan dan minuman, serta sektor jasa telekomunikasi dan sektor jasa logistik,” ungkap Presiden.

Lebih jauh Presiden meminta agar disiapkan strategi besar pemulihan, peta jalan, berikut tahapan-tahapannya. Tahapan tersebut berupa tahap mitigasi dan tahap pemulihan atau recovery.

Presiden Ambil Sumpah Muhammad Syarifuddin sebagai Ketua MA

Presiden Joko Widodo mengambil sumpah Muhammad Syarifuddin sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA). Pengambilan sumpah dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Pengangkatan Syarifuddin yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 41/P Tahun 2020 tentang Pemberhentian dengan Hormat Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial dan Pengangkatan Ketua Mahkamah Agung.

Ia terpilih menjadi Ketua MA setelah meraih 32 suara hakim agung (unggul 18 suara) di dalam sidang paripurna khusus yang beragenda utama pemilihan Ketua Mahkamah Agung pada Senin, 6 April 2020, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Syarifuddin akan menjalankan tugas sebagai Ketua MA periode 2020-2025 menggantikan Ketua MA sebelumnya, Hatta Ali, yang memasuki masa pensiun.

Selepas pengangkatan Ketua MA, Presiden Joko Widodo juga menyaksikan pengucapan sumpah Manahan M.P. Sitompul sebagai Hakim Konstitusi yang berasal dari Mahkamah Agung.

Penumpang KM Cahaya Buana Dinyatakan Sehat oleh Tim Kesehatan

Sebanyak 18 penumpang Kapal Motor (KM) Cahaya Buana yang berlayar dari Belitung tujuan pelabuhan Sadai Kabupaten Bangka Selatan sudah selesai menjalani pemeriksaan kesehatan pada Rabu (29/4) malam.

18 penumpang dan 3 Anak Buah Kapal (ABK) KM Cahaya Buana dinyatakan sehat oleh tim kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Bangka Selatan, Supriyadi, menyatakan data 18 penumpang itu telah diteruskan ke kabupaten atau kota yang menjadi tujuan para penumpang.

Tim gabungan saat memeriksa penumpang KM Cahaya Buana di Pelabuhan Sadai Bangka Selatan, Rabu malam (29/4/2020).

 

“Sudah selesai menjalani pemeriksaan kesehatan. Mereka sehat. Data mereka sudah kami teruskan ke kabupaten atau kota tujuan,” kata Supriyadi, Kamis (30/4).

Sebelumnya, Kapal Motor (KM) Cahaya Buana yang berlayar dari Belitung tujuan pelabuhan Sadai Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) diamankan anggota Satpolair Polres Basel, Rabu (29/4) sekira pukul 17.20 WIB.

Taman Wilhelmina Akan Berdiri Masjid dari Dana CSR PT Timah Tbk

Taman Wilhelmina Park Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung direncanakan akan dibangun sebuah masjid dari dana CSR PT Timah Tbk.

Hal ini diketahui berdasarkan akun dari Facebook (FB) Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) yang diposting pada Kamis (30/04/20).

Berdasarkan hasil postingannya, Maulan Aklil (Molen) menuliskan” Insyaallah disini berdiri masjid dari CSR PT Timah agar orang-orang yang berkunjung ke ATM atau Wilhellmina bisa beribadah disini.

Semoga bisa menambah ketenangan kita dalam menikmati pusat Kota PGK.

Menganggapi postingan tersebut tidak sedikit netizen mendukung sekaligus mengapresiasi rencana dari Walikota Pangkalpinang dalam pembangunan masjid ini.

Seperti salah satu akun bernama Eric Jaya Putra, dalam komentar ia menuliskan “Allahuakbar, mantap Pak Wali. Salah satu impian kami warga PGK selama ini, semoga terealisasi, Amiin,” tulisnya.

Selain itu, akun bernama Arham Naning dalam komentarnya mengucapkan Alhamdulillah wasyukurillah sembilan puluh sembilan % setuju dan senang.

Tidak hanya itu saja, dukungan dari komentar yang sudah mencapai 82 komentar dan 455 like tersebut rata-rata sangat mendukung pembangunan masjid dikarenakan ini merupakan aspirasi masyarakat selama ini akhirnya bisa terwujud.

“Alhamdulillah ya Allah, semoga niat dan usaha, semua diberi kelancaran dan kemudahan, terimakasih atas kebaikan semuanya sehat dan semangat Pak, Amin,” tulis akun Erillia Sapturiansih.

Pemerintah Beri Subsidi Bunga Kredit bagi Sektor Riil Terdampak Covid-19

Pemerintah memberikan dukungan berupa subsidi bunga kredit untuk sektor perekonomian karena sektor riil terkena dampak cukup besar dari pandemi Virus Korona (Covid-19).

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai mengikuti Rapat Terbatas (ratas), Rabu (29/4).

“Yang terparah tentu sektor restoran dan pariwisata yang rata-rata sudah kena field year on year-nya 70%, sedangkan sektor lain rata-rata 22%. Walaupun ada sektor-sektor yang masih baik, yaitu industri karet kulit, makanan pokok, farmasi, kesehatan, dan minyak nabati itu masih positif,” ujar Menko Perekonomian.

Karena krisis saat ini mulai terkena pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Menko Perekonomian sampaikan bahwa, atas saran Presiden, Pemerintah melakukan subsidi bunga kredit yang besarnya untuk 3 bulan pertama adalah 6%, kemudian 3 bulan kedua adalah 3%.

“Itu untuk Kredit Usaha Rakyat dan juga untuk kredit-kredit yang 10 sampai 500 juta. Sedangkan 500 juta ke atas sampai 10 miliar itu bertahap tiga bulan pertama 3%, 3 bulan kedua 2%,” kata Menko Perekonomian.

UMKM Terdata di LPP Sudah Masuk Program Stimulus

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki, menyampaikan bahwa UMKM yang terdata di berbagai Lembaga Pemberi Pinjaman (LPP), baik KUR, dana bergulir, termasuk dana koperasi simpan pinjam BPR sudah ter-cover dalam program stimulus.

“Baik relaksasi pinjaman selama 6 bulan, termasuk subsidi bunga dan juga soal pajak. Jadi ini hampir semua saya kira sudah ter-cover,” ujar Menkop UKM saat memberikan keterangan usai mengikuti Rapat Terbatas, Rabu (29/4).

Kalau nanti situasi keadaan ekonomi membaik, Menkop UKM menyampaikan bahwa beberapa sektor UMKM yang sekarang ini terganggu terutama di ultra mikronya, yang sudah tidak bisa usaha sebagian besar, menurutnya nanti bisa ada pembiayaan yang mudah karena selain relaksasi pinjaman juga ada kemudahan tambahan modal kerja baru.

“Jadi ini nanti bisa mengaktivasi kembali kegiatan usaha UMKM ketika mereka peluang usahanya ada,” imbuh Teten.

Untuk koperasi, Menkop UKM sampaikan sudah disepakati ada dana likuiditas yang akan dikucurkan lewat LPDB.