25 Adegan Sadis Ungkap Kronologi Tragis Tewasnya Pemuda 22 Tahun

BERITABANGKA.COM – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bangka Tengah menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan berat yang menewaskan seorang pemuda berinisial P (22), Kamis (24/7/2025). Rekonstruksi dilangsungkan di lokasi kejadian, tepatnya di Gang Buton, Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar.

Dalam proses rekonstruksi, pelaku berinisial T (21) memperagakan langsung 25 adegan yang menggambarkan kronologi kejadian pada Jumat (11/7/2025) lalu. Dari adegan-adegan tersebut, terungkap bahwa peristiwa bermula saat sekelompok pemuda tengah berkumpul sambil mengkonsumsi minuman dari tumbuhan jenis keratom.

Suasana kemudian memanas ketika terjadi adu mulut antara korban dan tersangka, yang berakhir tragis dengan aksi penikaman hingga menyebabkan korban mengalami luka serius. Meski sempat dilarikan untuk mendapat perawatan medis, nyawa korban tidak tertolong.

Kasi Humas Polres Bangka Tengah, Iptu Erwin Syahri, mewakili Kasat Reskrim Iptu Imam Satriawan, menjelaskan bahwa rekonstruksi ini penting untuk memastikan kejelasan fakta hukum dan keterkaitan antara keterangan saksi, tersangka, serta bukti lapangan.

“Rekonstruksi dilakukan untuk memberikan gambaran utuh tentang peristiwa sebenarnya, sehingga setiap tahap penyidikan dapat berdiri kuat di atas fakta,” ungkap Iptu Erwin.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jaksa dari Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, tim penyidik, kuasa hukum tersangka, serta sejumlah warga yang ikut menyaksikan jalannya rekonstruksi. Aparat dari Polsek Lubuk Besar dan Sat Samapta Polres Bangka Tengah juga dikerahkan untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Rekonstruksi ini menjadi bagian penting dari upaya kepolisian dalam menegakkan hukum secara profesional dan transparan, sekaligus memberikan keadilan bagi keluarga korban. (*)

Pelajar SD dan SMP Basel Akan Belajar Mata Pelajaran Coding dan AI

BERITABANGKA.COM, TOBOALI – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) mulai tahun 2025 secara resmi memberlakukan mata pelajaran Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Coding untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka, yang mendorong penguasaan teknologi sejak dini, sekaligus menjawab tantangan zaman yang kian digital.

Kepala Dindikbud Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, menyampaikan bahwa AI dan coding akan menjadi bagian dari mata pelajaran wajib yang mulai diterapkan di sejumlah sekolah terpilih tahun depan.

“AI dan Coding sudah masuk dalam kurikulum merdeka. Di Bangka Selatan, pelaksanaan pembelajaran ini mulai berlaku tahun 2025 untuk SD dan SMP,” ungkap Anshori, Senin (21/7/2025).

Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi jika digunakan secara bijak akan memberikan dampak positif bagi pendidikan dan masa depan generasi muda. Oleh karena itu, Dindikbud menyambut baik dan serius dalam menerapkan pembelajaran digital ini.

“Kebijakan ini juga selaras dengan visi Presiden Prabowo dalam mendorong kemajuan pendidikan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Anshori juga menegaskan bahwa sekolah-sekolah yang telah siap infrastruktur dan tenaga pendidiknya akan langsung menerapkan mata pelajaran ini. Sementara sekolah yang belum siap diberikan waktu untuk melakukan persiapan.

“Sekolah yang sudah siap langsung menjalankan program belajar ini. Untuk yang belum siap, kami dorong agar segera menyiapkan fasilitas, SDM, dan sarana pendukung lainnya,” tegas Anshori.

Dengan penerapan AI dan coding sejak tingkat dasar, Dindikbud Bangka Selatan berharap akan lahir generasi muda yang melek teknologi, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global. Langkah ini juga membuka peluang bagi guru untuk terus beradaptasi dan mengembangkan kompetensi digital.

Program ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk orang tua murid yang berharap anak-anak mereka bisa tumbuh sebagai pribadi kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (*)

iPhone tetap Tak Tergoyahkan di Indonesia

BERITABANGKA.COM – Di tengah gempuran teknologi dan inovasi digital yang terus berkembang pesat, iPhone tetap menjadi produk bergengsi yang tak tergoyahkan, khususnya di pasar Indonesia. Meski tanpa strategi promosi masif seperti produk-produk teknologi lainnya, iPhone justru tumbuh menjadi simbol status dan kemewahan bagi sebagian besar masyarakat.

Di Indonesia, keberadaan iPhone kerap dikaitkan dengan kelas sosial tertentu. Banyak orang menganggap bahwa memiliki iPhone adalah cerminan dari kesuksesan, bahkan pencapaian finansial. Hal ini diperkuat dengan harga iPhone yang cenderung lebih tinggi dibandingkan ponsel Android, serta adanya ekosistem eksklusif yang ditawarkan Apple, mulai dari iOS, iCloud, hingga App Store.

Meski beberapa fitur iPhone seperti aplikasi berbayar, keterbatasan kustomisasi, atau aksesori eksklusif terkadang dianggap sebagai batasan, hal itu tidak menyurutkan niat para peminat. Justru sebaliknya, pengguna iPhone merasa menjadi bagian dari komunitas premium yang berbeda dari pengguna gawai pada umumnya.

Faktor desain elegan, kinerja sistem yang stabil, keamanan data yang kuat, hingga kualitas kamera yang konsisten menjadi daya tarik utama iPhone. Tak hanya itu, brand image Apple yang selalu dikaitkan dengan inovasi, kreativitas, dan prestise global semakin memperkuat posisi iPhone sebagai gadget kelas atas.

Yang menarik, Apple tidak perlu membanjiri media dengan iklan untuk menjual produk mereka di Indonesia. Kesan eksklusif yang dibangun secara bertahap telah menciptakan loyalitas konsumen yang tinggi. Bahkan, iPhone bekas sekalipun masih diminati dan tetap memiliki nilai jual yang tinggi dibandingkan gawai dari merek lain.

Fenomena ini menunjukkan bahwa nilai sebuah produk tidak selalu bergantung pada gencarnya promosi, namun juga pada kualitas, identitas merek, dan persepsi publik. Bagi banyak pengguna di Indonesia, membeli iPhone bukan hanya soal memiliki alat komunikasi, tetapi juga simbol gaya hidup dan kepercayaan diri digital.

Dengan tren teknologi yang terus berubah, kehadiran iPhone tetap menjadi ikon yang tidak lekang oleh waktu. Tak berlebihan jika dikatakan, iPhone bukan sekadar produk, melainkan fenomena budaya dalam dunia digital Indonesia. (*)

Berita Bangka

Berita Bangka merupakan portal website yang sudah dibentuk sejak 2016 silam, hingga kini Berita Bangka tetap setia memberikan update informasi tentang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

SDM di Berita Bangka merujuk pada standar kerja yang dianjurkan Dewan Pers sebagai landasan.

Kendati demikian Berita Bangka tidak hanya mengabarkan berita tegang saja, artikel informatif bisa dipantau di website ini.

Isu Beras Oplosan di Bangka Belitung?

BERITABANGKA.COM — Ditengah maraknya isu peredaran beras oplosan di sejumlah daerah di Indonesia, Kepolisian Daerah (Polda) Bangka Belitung memastikan hingga kini belum ditemukan adanya praktik serupa di wilayah mereka.

Kapolda Bangka Belitung, Irjen Pol Hendro Pandowo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan intensif terhadap sejumlah distributor beras yang beroperasi di Bangka Belitung. Hasil pengecekan tersebut menyatakan kondisi di lapangan masih aman.

“Saya sudah cek ke Dirreskrimsus, hingga saat ini di wilayah Bangka Belitung belum ada ditemukan,” kata Irjen Pol Hendro Pandowo kepada wartawan pada Jumat (18/7) seperti dikutip dari Berita Bangka.

Meskipun belum ditemukan adanya indikasi beras oplosan, Hendro menegaskan Polda Babel tidak akan lengah dan tetap akan memperketat pengawasan terhadap para distributor.

“Kita akan terus lakukan pengecekan dan bila ada laporan dari masyarakat tentu akan kita tindaklanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Babel, Kombes Pol Jojo Sutarjo, menyebutkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti instruksi Kapolda dengan menyebarkan petunjuk dan arahan (jukrah) ke seluruh jajaran Polres.

“Ya, sesuai arahan Pak Kapolda, ini sudah kita tindaklanjuti dengan memberikan jukrah kepada anggota dan juga wilayah untuk lakukan pengecekan termasuk monitoring perkembangan isu ini,” ujarnya.

Jojo juga menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah distributor di Bangka Belitung guna mengantisipasi potensi masuknya beras oplosan ke wilayah tersebut.

“Hingga saat ini kita pastikan Babel masih aman dan belum ditemukan adanya peredaran beras oplosan seperti yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia,” pungkasnya.

Dengan langkah antisipatif dan monitoring berkelanjutan ini, Polda Bangka Belitung pastikan menjaga kestabilan dan keamanan pangan masyarakat, khususnya dalam menghadapi isu nasional terkait beras oplosan. (*)

Polemik Internal Gubernur dan Wagub Babel, Tidak ada Konflik Pribadi

BERITABANGKA.COM — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mengklarifikasi polemik internal yang melibatkan dirinya dengan Wakil Gubernur Hellyana. Dalam konferensi pers di kediamannya di Pangkalpinang pada Minggu malam, 13 Juli 2025, Hidayat menepis adanya konflik pribadi dan menegaskan bahwa ketegangan tersebut hanya berkaitan dengan persoalan aturan pemerintahan.

“Sebenarnya konflik tidak ada (antara gubernur dan wakil gubernur), hanya saja masalah aturan saja ibu wagub tidak puas dengan aturan yang dibuat oleh pemerintah daerah,” ujar Hidayat Arsani di hadapan wartawan.

Ia menekankan bahwa dalam struktur pemerintahan daerah, gubernur merupakan pengguna anggaran (PA) tertinggi. Oleh karena itu, ia menilai bahwa pernyataan Wakil Gubernur Hellyana tidak sesuai dan dapat memicu perpecahan.

“Sebenarnya gubernur itu atasan tertinggi, PA (pengguna anggaran) dan apa yang dikatakan wagub tidak benar dan kita berharap tidak membawa suku ras dalam perpecahan,” tegasnya.

Gubernur Hidayat juga menyampaikan bahwa perbedaan pendapat ini sudah berproses menuju ranah hukum dan bakal diputuskan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Dan saya sangat beruntung permasalahan ini dibawa keranah pengadilan PTUN, kalau bersalah mundur dan kalau benar kita pertahankan karena gubernur adalah jabatan tertinggi tidak ada kesepakatan antara gubernur dan wakil gubernur maksud ibu ini kita sepakat,” ungkap Hidayat.

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam konferensi pers tersebut adalah soal perjalanan dinas luar (DL) yang dilakukan oleh Wakil Gubernur tanpa koordinasi yang jelas dan resmi.

“Sedangkan di dalam instruksi presiden saya disuruh efisiensi anggaran, dimana ibu wagub DL (dinas luar) tanda kutip kurang jelas kemana arahnya, dari sepuluh, tiga yang resmi, tujuh gak tahu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan dinas luar yang tidak melalui persetujuan dapat menimbulkan gangguan pada sistem birokrasi dan akuntabilitas anggaran.

“Dan sekarang kita refocusing katanya ibu wagub ini tidak pernah permisi sedangkan kita setiap hari ke kantor ini gak tau arahnya dan selalu pergi DL tanpa sepengetahuan kami,” kata Hidayat.

“Dan membuat suasana birokrasi pemerintahan ini runyam,” tandasnya.

Gubernur juga mengingatkan bahwa setiap penggunaan anggaran negara harus jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, bukan hanya secara administrasi tetapi juga secara moral.

“Dimana setiap perjalanan dinas gubernur harus tau, karena pertanggung jawaban uang negara itu dipertanggung jawabkan dunia akhirat,” ujarnya.

Ia mengimbau semua pihak untuk bekerja secara profesional dan tidak menyeret rakyat dalam dinamika internal pemerintahan.

“Jangan dilibatkan dalam rakyat kita bekerja profesional,” ucapnya.

“Malah saya tawarkan sebelumnya untuk memakai anggaran saya, silahkan pakai tapi dengan catatan harus jelas peruntukannya,” tutup Gubernur Hidayat Arsani.

Penghargaan Sasar 30 Anggota Polda Babel

BERITABANGKA.COM – Sebanyak 30 anggota Polda Kepulauan Bangka Belitung mendapat penghargaan langsung dari Kapolda Irjen Pol Hendro Pandowo, sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas dan dedikasi tinggi mereka dalam menjalankan tugas.

Penghargaan ini diberikan dalam apel pagi yang berlangsung di halaman Mapolda Babel, Selasa (8/7/2025), dan turut dihadiri oleh Wakapolda Brigjen Pol Tony Harsono, para pejabat utama Polda, serta seluruh personel dan ASN.

Dari data yang dihimpun, penghargaan diberikan kepada personel dari berbagai satuan kerja, mulai dari Biro SDM, Ditreskrimsus, Ditresnarkoba, Ditpolairud, Bidkum, hingga Polres Belitung dan Belitung Timur.

“Hari ini Polda Babel memberikan penghargaan kepada 30 personel berprestasi, baik di bidang operasional, administrasi, maupun penegakan hukum,” ujar Hendro

Beberapa prestasi menonjol di antaranya adalah pengungkapan kasus 60 ton timah ilegal, penggagalan peredaran 5 kilogram sabu, hingga peran aktif personel dalam menjadi penceramah di masjid-masjid sekitar Kota Pangkalpinang.

Irjen Hendro berharap, penghargaan ini tak hanya menjadi apresiasi semata, tetapi juga menjadi suntikan semangat bagi seluruh anggota untuk meningkatkan kinerja.

“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi anggota untuk bekerja lebih baik lagi. Dan bagi anggota lainnya, ini bisa menjadi inspirasi untuk menjalankan tugas dengan lebih bertanggung jawab,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ia mengingatkan pentingnya menjadikan momen ini sebagai pengingat untuk tetap menjunjung tinggi integritas dan menjauhi pelanggaran.

“Ingat, kita bekerja bukan hanya diawasi oleh Propam dan Itwasda, tapi juga oleh lembaga eksternal seperti KPK, Ombudsman, hingga media dan masyarakat. Maka bekerjalah dengan penuh tanggung jawab dan hindari pelanggaran,” tegasnya.

Penghargaan ini sekaligus menjadi pengakuan atas kontribusi nyata para personel Polda Babel dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. (*)