Pemkot Pangkalpinang Salurkan 30 Hewan Kurban ke Masyarakat

Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang salurkan 30 hewan kurban terdiri dari 28 sapi dan 2 kambing. Hewan kurban itu disalurkan kepada 16 masjid di 7 Kecamatan di wilayah Kota Pangkalpinang.

Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) mengatakan, hewan kurban tersebut merupakan sumbangan dari dinas di Pemkot Pangkalpinang, perbankan, dan dari PT serta pengusaha yang berada di Jakarta.

“Alhamdulillah pada idul adha 1441 H Pemerintah Kota mendapatkan hewan kurban sebanyak 28 ekor sapi dan 2 ekor kambing,” ungkapnya, Jumat (31/07/20).

Dikatakannya, 4 ekor sapi merupakan sumbangan dari Setda dan dinas di Pemkot Pangkalpinang, 1 sapi dan 2 ekor kambing dari Bakeuda, 1 sapi dari DPRD Kota Pangkalpinang, 1 sapi dari Bank Sumsel, 1 sapi dari Bank BNI, 1 sapi dari PT Khrama Yuda dan 20 ekor sapi lainnya merupakan sumbangan dari pengusaha di Jakarta.

“Hewan kurban ini kita berikan ke 16 masjid di 7 Kecamatan,” sebutnya.

Dijelaskannya, untuk ke 16 masjid yang mendapatkan hewan kurban tersebut diberikan berdasarkan beberapa kategori diantaranya ada permintaan dari masjid itu sendiri.

Selain itu, masjid tersebut paling besar namun sedikit hewan kurban. Sementara satu hewan kurban lainnya diberikan kepada kawan-kawan media dan wartawan.

“Mudah-mudahan di hari Idul Adha 1441 H ini menjadi berkah buat kita semua dan untuk ke depan rumah dinas Walikota selalu dibanjiri oleh darah hewan kurban,” tandasnya.

Jadi Tersangka, Polisi akan Periksa Pengacara Djoko Tjandra

Tim khusus Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengatakan akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap pengacara Djoko Tjandra, Anita Dewi Anggraeni Kolopaking pada hari ini, Jumat (31/7).

Kadiv humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan pemeriksaan kali ini merupakan yang perdana setelah status Anita ditetapkan sebagai tersangka.

“Rencana akan dipanggil besok (Jumat) oleh penyidik,” kara Argo di Jakarta, Kamis (30/7) malam.

Anita merupakan salah satu pengacara Djoko Tjandra yang ditetapkan sebagai tersangka pembuatan surat jalan palsu Korps Bhayangkara.

Polisi telah memeriksa sekitar 23 saksi dan menyita sejumlah barang bukti terkait surat jalan Djoko Tjandra.

Makin Seru, Balapan MotoGP 2020 Bertambah jadi 14 Seri

Balapan MotoGP 2020 yang semula hanya 13 seri kini seluruhnya berlangsung di Eropa dipastikan bertambah menjadi 14 seri.

Dilansir situs resmi MotoGP, pihak FIM, IRTA, dan Dorna Sport mengumumkan penambahan satu seri di musim ini. Balapan MotoGP 2020 bertambah menjadi 14 seri.

Dalam pernyataan tersebut ketiga pihak disebutkan MotoGP 2020 tidak akan berlangsung di Argentina, Thailand dan Malaysia.

Semula, tiga seri itu hanya ditunda pelaksanaannya karena pandemi virus corona.

Namun, kini Dorna memastikan para pembalap MotoGP tidak akan beradu cepat di seri Argentina, Thailand, maupun Malaysia.

“Dengan sedih kami mengumumkan pembatalan GP Argentina, Thailand, dan Malaysia musim ini.

Namun demikian, kami bahagia menambahkan seri lainnya di Eropa dalam kalender balapan 2020,” ujar CEO Dorna Carmelo Ezpeleta.

Molen Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha Kepada Umat Muslim di Kota Pangkalpinang

Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada umat muslim terutama umat muslim Pangkalpinang dan Bangka Belitung

“Pemerintah Kota Pangkalpinang mengucapkan selamat hari raya Idul Adha 1441 Hijriah, mohon maaf lahir batin,” ucap Walikota, Jum’at (31/07/20).

Pada hari ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang melaksanakan sholat Idul Adha bersama masyarakat di Alun Alun Taman Merdeka dengan tetap menerapkan protokol covid-19

Pada siang ini, sekitar pukul 14.00 Wib, Walikota Pangkalpinang akan menyerahkan hewan kurban di tujuh Kecamatan yang akan dilaksanakan di Rumah Dinas Walikota

Untuk pemotongan hewan kurban di Rumah Dinas Walikota akan dilaksanakan hari Sabtu (01/08/2020) dan akan dimulai pada pukul 07.00 Wib

Molen Kunjungi Sekretariat Ormas Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang

Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengunjungi Sekretariat Ormas Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang di Jl. Kenangan Kelurahan Rawa Bangun Kecamatan Tamansari, Selasa (30/07/20).

Kunjungan Walikota yang biasa disapa Molen dalam rangka silahturahmi dan juga makan siang bersama dengan jajaran pengurus Ormas Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang.

Kedatangan Walikota beserta rombongan disambut oleh Ketua Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang, Fahrizan, S.IP,

“kedatangan kita ke markas Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang untuk bersilahturahmi, meski secara informal kita sudah sering berhubungan namun kunjungan harinini secara formal untuk menambah erat hubungan selama ini,” ucap Walikota.

Walikota mengajak kader Pemuda Pancasila dan juga Ormas lainnya untuk bersama sama bersinergi dalam membangun Kota Pangkalpinang.

“Mari bersama sama membangun Pangkalpinang yang kita cintai ini, kami tidak mungkin bisa kerja sendiri tanpa dukungan dan bantuan dari kawan kawan Pemuda Pancasila dan juga Organisasi lainnya,” ungkap Walikota.

Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang, Fahrizan, S.IP, berharap sinergitas antara Pemuda Pancasila dan Pemerintah Kota Pangkalpinang semakin terjalin dengan baik kedepannya.

“Hari ini kita silahturahmi dengan Pak Walikota dan nanti dengan Forkopimda yang lainnya, selain kita silahturahmi ke kantor mereka, kita juga mengundang mereka ke markas kita,” tutur Fahrizan

Selain itu, pria yang akrab disapa Buntuk mengajak elemen masyarakat dan juga Ormas lainnya untuk menjaga kondusifitas Kota Pangkalpinang bersama sama serta mendukung Pemkot membangun ekonomi

Politik Dinasti dan Demokrasi

Oleh: Rusmin Sopian

AKHIR-Akhir ini, frasa politik dinasti dan dinasti politik mengisi ruang publik negeri ini. Dinasti politik dan politik dinasti menggeliat di dalam pembicaraan publik. Apalagi Pilkada 2020 akan segera digelar 9 Desember mendatang.

Makin mengkoherenkan kondisi itu. Pilkada dan dinasti politik. Kontestasi politik dan politik dinasti. Pertanyaan kita sebagai masyarakat, apa kehebatan frasa dinasti politik dan politik dinasti? Apakah dinasti politik dan politik dinasti akan mensejahterakan kita sebagai warga?

Dinasti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai keturunan raja-raja yang memerintah, semuanya berasal dari satu keluarga. Pengertian tersebut diperjelas dalam laman wikipedia.org yang menyebutkan bahwa dinasti adalah kelanjutan kekuasaan pemerintahan yang dipegang oleh satu garis keturunan (keluarga yang sama).

Politik dinasti dapat diartikan sebagai sebuah kekuasaan politik yang dijalankan oleh sekelompok orang yang masih terkait dalam hubungan keluarga.

Dinasti politik lebih indentik dengan kerajaan. Sebab, kekuasaan akan diwariskan secara turun temurun dari ayah kepada anak, agar kekuasaan akan tetap berada di lingkaran keluarga. Apa yang terjadi seandainya negara atau daerah menggunakan politik dinasti?

Politik kekerabatan itu sebagai gejala neopatrimonialistik. Benihnya sudah lama berakar secara tradisional. Yakni berupa sistem patrimonial, yang mengutamakan regenerasi politik berdasarkan ikatan genealogis, ketimbang merit system, dalam menimbang prestasi. Politik dinasti jelas bertentangan dengan budaya demokrasi yang sedang tumbuh di negeri tercinta ini dan akan mengebiri demokrasi kita.

Dalam lintasan sejarah abad modern adanya dinasti penguasa dipanggung politik telah tergambar dari potret kepemimpinan di negara Uwak Sam Amerika Serikat, dimana presidennya pernah dipimpin oleh dua Bush yakni George Harbert Walker Bush persiden ke 41 (Bush senior) dan presiden ke 43 yakni Gorge Walker Bush. Yang menarik adalah kepemimpinan ayah dan anak ini, dipanggung kekuasaan Amerika ternyata diwarisi oleh sang kakek Prescott Bush yang pernah menjabat sebagai senator di negara tersebut.

Indonesianis asal Jerman, Marcus Mietzner, dalam paper yang berjudul Indonesia’s 2009 Elections: Populisme, Dynasties and the Consolidation of the Party System, menilai bahwa kecenderungan politik dinasti cukup menguat dalam politik kontemporer Indonesia. Praktik politik dinasti menurutnya, tidak sehat bagi demokrasi. Antara lain karena kontrol terhadap pemerintah yang diperlukan dalam demokrasi, misalnya checks and balances, menjadi lemah.

Bahkan, bahaya otoritarianisme dapat saja terjadi ketika semua kekuatan politik dirangkul dan tunduk pada satu pucuk pimpinan saja. Sebagaimana terjadi pada era Demokrasi Terpimpin Soekarno dan era Orde Baru Soeharto. Ibarat pepatah, buah apel jatuh tak akan jauh dari pohonnya. Ketika masa kekuasaan atau jabatan hendak berakhir, banyak anak pemimpin daerah “diarahkan” terjun meneruskan dinasti politik yang telah dibangun generasi sebelumnya.

Pada sisi lain, oligarki kepemimpinan partai politik maupun pimpinan daerah dengan membangun dinasti wajar-wajar saja. Dan hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Pada sisi lain, makna kepemimpinan tidak jauh dari berbicara keteladan. Mungkin sebagai besar bertanya apakah salah adanya kepemimpinan dinasti terutama di era demokrasi saat sekarang ini?

Keputusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan aturan yang melarang politik dinasti dalam UU Nomor 8 Tahun 2015 merupakan jalan politik bagi siapa pun untuk secara sah dan meyakinkan maju ke pertarungan politik, meski untuk itu ditengarai punya relasi patron klien dengan penguasa sekalipun. Jika ingin melarang politik dinasti, tentunya perlu dibikin aturan hukum, undang-undang, dan larangan yang mengaturnya. Di dunia ini, politik dinasti itu terjadi, meski ditentang, tetap tak bisa dilarang.

Menurut Muhammad Alfan (2009) dalam bukunya yang berjudul Menjadi Pemimpin Politik mengemukakan, hal ini tidak sepenuhnya salah, karena tidak semua pemimpin politik dinasi gagal lantaran tidak punya kualitas. Yang dikritik adalah unsur nepotisme politik didalamnya.

Sementara itu, pengertian demokrasi adalah suatu format pemerintahan yang mana masing-masing warga negara memiliki hak yang seimbang dan setara terkait penentuan dan pemilihan sebuah keputusan yang nantinya akan membawa dampak pada kehidupan warga negara. Demokrasi ada dan lahir serta menjadi cikal bakal dari penyelenggaraan sistem pemerintahan Indonesia.

Pengertian demokrasi ini pula dapat dimaknai sebagai bentuk kekuasaan paling tinggi yang ada ditangan rakyat. Mengenai demokrasi warga negara boleh ikut ambil bagian dengan langsung maupun pula lewat perwakilan terkait melaksanakan perumusan, pengembangan dan penyusunan hukum. Politik dinasti dan demokrasi merupakan dua sisi mata uang yang berbeda, sebab keduanya saling bertolak belakang.

Dinasti politik yang kini banyak kita temukan di sejumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota menunjukan kepada kita bahwa suara rakyat seakan semakin tidak berharga. Niat untuk berkuasa selamanya saja, sebetulnya sudah bersifat anti demokrasi (undemocratic) karena menghambat hak orang lain untuk menjalankan pemerintahan.

Politik dinasti pasti mengabaikan kompetensi dan rekam jejak. Bahkan, politik dinasti bisa mengebiri peran masyarakat dalam menentukan pemimpin. Yang menyedihkan, politik dinasti sengaja dibingkai dalam konteks demokrasi. Dalam alam demokrasi prosedural sekarang, masyarakat seakan diberi peran.

Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali mengatakan, praktik politik dinasti di era reformasi menunjukkan gejala mengkhawatirkan. Publik disuguhi praktik politik dinasti di sejumlah daerah di Indonesia. Menurut dia, politik dinasti dapat diartikan sebagai sebuah kekuasaan politik yang dijalankan sekelompok orang yang terikat hubungan keluarga.

Effendi menjelaskan dinasti politik rentan menciptakan sifat koruptif kepala daerah. Kekuatan besar yang dimiliki Kepala Daerah, kerap kali digunakan untuk melanggengkan kekuasaan.

Sebagai rakyat kita harus cerdas. Sebab sesungguhnya, kita sebagai masyarakat adalah stakeholder demokrasi, pemegang kuasa yang menentukan pilihan. Bukan objek yang terus diekploitasi untuk dibodohi oleh kepetingan nepotistik. Saatnya cerdas dalam memilih.

Pemkab Bangka Barat akan Qurban Lima Ekor Sapi

Disampaikan Sumardi, selaku Kabag Sosial Kemasyarakatan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat akan menyembelih Lima ekor sapi pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah tahun 2020.

Sapi tersebut merupakan sumbangan dari 29 kepala OPD sebanyak empat ekor dan satu ekor dari Bupati Bangka Barat, yang akan disembelih Sabtu (1/8/20) dihalaman parkir Pemkab Babar.

“Jadi yang Pemda ini untuk sementara waktu sampai hari ini 29 dibagi 7, 4 sapinya, dari Pak Bupati 1 ekor. Jadi 5 sapinya. Kambingnya satu,” jelas Sumardi, Selasa (28/7) di Kantor Kelurahan Keranggan, Muntok.

Untuk penerima daging qurban tersebut panitia sudah mendata, baik dari masing-masing dinas dan juga warga sekitar dengan pembagian kupon.

“Nanti kita bagikan kepada PHL, pasukan kuning, penjaga malam, cleaning service , pegawai-pegawai kita yang berhak menerima dan masyarakat di sekeliling Pemda,” ungkapnya.