Rina dan Doni Bantu Bangun Kantor PWNU Babel, Proses Pengurukan Dimulai

Proses pengurukan tanah di lokasi pembangunan gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul ‘Ulama (PWNU) Bangka Belitung sudah dimulai pada Kamis (2/7/20). Pengurukan tanah ini merupakan bantuan dari Rina Tarol dan Doni Indra.

Hal ini seperti terlihat di postingan akun facebook Arka’a Ahmad Agin, salah satu pengurus PWNU Bangka Belitung pada Kamis (2/7/2020).

“Alhamdulillah, pada hari ini proses penimbunan (pengurukan tanah) lokasi pembangunan kantor PWNU BANGKA BELITUNG bantuan sahabat Doni Indra dan Ibu Rina Tarol sudah dimulai,” kata Arka’a Ahmad Agin di akun Facebooknya.

Ia berharap semoga kegiatan ini menyelamatkan lahir batin dan mendatangkan barokah kepada dermawan kita sahabat Doni Indra dan Ibu Rina Tarol serta memberikan manfaat yang besar bagi ummat.

Unggahan Arka’a Ahmad Agin pada akun Facebooknya terkait dimulainya proses pengurukan gedung PWNU Bangka Belitung, Kamis (2/7/2020).

 

Sementara Doni Indra ketika dikonfirmasi terkait hal ini berkeinginan agar PWNU Bangka Belitung dapat memainkan peran lebih besar dalam pembangunan daerah di Bangka Belitung. Selain itu hal ini juga untuk kemaslahatan umat.

Peran Pemda Dipertanyakan, Adi Sandra: Jangankan Bantu Rumah, Masalah BLT Pun Kami Bingung

Aksi sosial Kapolres Bangka Selatan AKBP S Ferdinand Suwarji membantu bedah rumah warga milik kakek Alpha (82) di Toboali dengan menyisihkan 3 bulan gajinya menuai simpati masyarakat.

Aksi ini dilakukan Kapolres sebagai kado peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-74. Namun hal ini juga membuat kening berkerut dan bertanya-tanya, dimana peran pemerintah daerah dalam membantu masyarakat seperti kakek Alpha ini.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Herman, ketika dikonfirmasi terkait masalah ini mengatakan, untuk anggaran APBD 2019 dan 2020, tidak ada anggaran untuk kegiatan rehabilitasi sosial tidak layak huni (RS-Rutilahu).

Kondisi rumah kakek Alpha (83) sebelum dibedah. (foto: Polres Bangka Selatan).

 

“Untuk anggaran 2019 yang lalu dan 2020 ini, APBD tidak ada anggaran untuk kegiatan tersebut pak, yang saya tahu di DLHPERKIM ada program RUTILAHU pak,” kata Herman, Kamis (2/7) via pesan WhatsApp.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Herman. (foto: istimewa)

 

Menurut Herman, meskipun APBD tidak menganggarkan, namun tahun 2019 ada CSR PT Timah tapi melalui Dinsos Provinsi untuk bedah rumah di Pongok.

Rapid Test Palsu, Enam Warga OKI Ditahan Petugas

Tim Verifikasi Penumpang Pelabuhan Tanjung Kalian mengamankan enam orang yang hendak masuk pulau Bangka dengan cara memalsukan hasil rapid test, Rabu (1/7/20) sore.

Disampaikan Koordinator Tim Verifikasi Penumpang Pelabuhan Tanjung Kalian, Kapten Laut Y. Prabowo ketika hendak turun dari kapal keenam orang tersebut terlihat mencurigakan sehingga dilakukan pemeriksaan insentif.

Diketahui enam orang penumpang tersebut berasal dari Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan, yang tiba di Pelabuhan Tanjung Kalian pukul 18:00 WIB dari Tanjung Api-Api menumpangi Kapal Ferry Satya Kencana.

“Enam orang ini setelah dimintai keterangan sama Tim Verifikasi, Surat Keterangan rapidnya itu tanpa didasari pengambilan darah,” jelas Prabowo.

Menurut Prabowo, pihak travel dari Palembang menawarkan jasa menyeberangkan keenam penumpang dengan biaya sebesar Rp. 250 ribu, sudah termasuk rapid test. Namun setelah diperiksa, hasil rapid test-nya ternyata palsu.

“Setelah kita periksa dan mintai keterangan bukan hasil pengambilan darah tapi memang sudah disiapkan kertas ini diduga dari supir travel. Supirnya nanti akan kita usut melalui yang berwajib, Kepolisian,” ungkapnya.

Selanjutnya keenam penumpang yang semuanya laki-laki tersebut langsung menjalani rapid test di Pelabuhan Tanjung Kalian oleh Tim Medis Puskesmas Muntok.

“Hasil semuanya non reaktif.
Disini kita utamakan protokol kesehatannya dulu. Setelah ini kita mungkin menunggu Gugus Covid, (GTPPC-19 Bangka Barat) persetujuan dari Pak Darta untuk kita teruskan lagi ke pihak yang berwenang, hukum,” katanya.

Sementara itu, anggota Tim Verifikasi dan juga anggota Sat Pol PP Bangka Barat, Ahmad Yani yang memergoki ulah para penumpang tersebut menjelaskan, saat diperiksa, keenam penumpang menunjukkan hasil rapid test fotocopy. Menurut mereka, berkas aslinya ditahan di Palembang.

“Pas kita tanya-tanya, saya pribadi dengan kawan – kawan tadi, mereka bilang yang asli ditahan di Palembang. Kedua, saat ditanya diambil sampel darahnya di anggota badan yang mana dia menunjukkan di bahu, harusnya di ujung jari sama di lipatan siku dalam,” jelas Yani.

Berdasarkan hal itu, pihaknya memastikan hasil rapid test yang dibawa enam orang tersebut palsu.

“Mereka mengaku diperiksa di
Rumah Sakit Muhammad Husein, tapi mereka tidak sama tidak tidak pernah diperiksa atau menyentuh rumah sakit itu,” ungkapnya.

Bacalon Wabup Doni Indra Sambangi Kantor PWNU Babel

Doni Indra, Bacalon Wakil Bupati Bangka Selatan untuk Pilkada Bangka Selatan 2020 menyambangi Kantor Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Bangka Belitung, Rabu (1/7/20).

Kedatangan Doni Indra ke kantor PWNU Bangka Belitung (Babel) yang didampingi Nursyamsu, mantan Wakil Bupati Bangka Selatan periode 2010-2015, diterima langsung Ketua PWNU Bangka Belitung KH. Ahmad Jafar Siddiq, dan jajaran pengurus.

Hal ini terlihat dalam postingan akun Facebook Arka’a Ahmad Agin, salah satu pengurus PWNU Bangka Belitung pada Rabu 1 Juli 2020 sekitar pukul 11.00 WIB.

Unggahan akun Facebook Arka,a Ahmad Agin pada Rabu 1 Juli 2020.

 

Ditulis Arka’a, kedatangan Doni Indra dan Nursyamsu untuk memulai pembangunan Gedung PWNU Bangka Belitung di Jalan Ketapang, Pangkalpinang.

Pangkalpinang Bertambah 2 Kasus Positif Covid-19, 1 Pasien Hamil 8 Bulan

Kasus positif Covid-19 di Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung Rabu (01/07/20) kembali bertambah 2 pasien. Total keseluruhan kasus positif Covid-19 di Kota Pangkalpinang menjadi 38 kasus.

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkot Pangkalpinang, dr Hakim menyampaikan, untuk penambahan 2 orang pasien terkonfirmasi positif hari ini berasal dari Kecamatan Taman Sari.

“Pasien itu adalah L (55) perempuan (Ibu dari TDU) dan TDU (22) perempuan,” kata dr Hakim.

Ia menjelaskan , L (55) berdasarkan riwayatnya terkontak dengan Ny K. Pasien L (55) mengalami gejala keluhan batuk, sesak napas dan demam.

“Pasien dalam kategori PDP konfirmasi dan saat ini yang bersangkutan dirawat di Ruang Isolasi Covid RSBT dirawat sejak 30 Juni 2020 malam,” ungkapnya.

Kemudian kata dr Hakim, untuk pasien TDU (22) memiliki riwayat terkontak dengan Ny K dan masuk dalam kategori OTG konfirmasi.

“Yang bersangkutan saat ini sedang hamil 8 bulan. Pasien sudah dilakukan karantina di Ruang Isolasi Covid RSBT sejak 30 Juni 2020 malam,” ucapnya.

Dengan bertambahnya 2 pasien hari ini total kasus positif Covid-19 di Kota Pangkalpinang menjadi 38 kasus.

“Total positif 38. Pasien sembuh 32. Dalam perawatan 5. Meninggal 1,” katanya.