Deri Digerebek Polisi Saat Racik Jualannya

Pengedar narkoba jenis shabu-shabu digerebek Tim Hanoman dari Satreskoba Polres Babar di sebuah bangunan kosong samping Bank Mandiri, Kelurahan Tanjung Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat.

Pelaku atas nama Deri Ferdinan alias Tekek (37) diamankan ketika sedang meracik jualannya, Minggu (27/9/20) sekira pukul 12.15 WIB.

Dijelaskan Kasat Narkoba Polres Babar, IPTU Umar Dani, penangkapan berawal dari informasi adanya peredaran narkoba jenis shabu di kalangan nelayan dan pelabuhan Muntok.

“Dari tangan tersangka, Tim Hanoman berhasil mengamankan shabu-shabu dengan total jumlah berat bruto 14,14 gram,” ungkap Kasat narkoba, Selasa (29/9/20) malam.

“Pelaku tertangkap tangan sedang meracik butiran kristal warna putih diduga shabu-shabu dari paket besar menjadi paket kecil menggunakan timbangan digital di rumah kosong samping Bank Mandiri,” tambahnya.

Pilkada Basel 2020: Ngayau Hari Pertama Paslon BERADAB

Hari pertama kampanye PILKADA 2020 paslon momor urut 2 Aditya Rizky Pradana dan Ir. Ahmad Damiri dari pasangan BERADAB melakukan kegiatan “NGAYAU” (kunjungan) ke rumah-rumah warga di Desa pada Wilayah Dapil Airgegas yang menjadi wilayah kampanye hari pertama.

Desa Tepus merupakan lokasi pertama tempat Ngayau dari paslon BERADAB bersama pengurus partai pengusung dan pendukung Paslon BERADAB ini.

Calon Bupati BERADAB Adit, panggilan akrab Aditya, menyatakan dari kegiatan Ngayau ini banyak sekali diperoleh masukan dari berbagai masyarakat tentang pembangunan yang ada sekarang.

“Insya Allah, jika diberikan amanah oleh rakyat kita akan mengisi pembangunan yang dianggap kurang oleh masyarakat serta melanjutkan program pembangunan yang sudah dirasakan sangat baik oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu calon Wabup BERADAB Ahmad Damiri, merasakan kegiatan Ngayau di hari pertama kampanye ini merupakan upaya mendapatkan masukan, ide dan gagasan dari masyarakat tentang pembangunan di desa setempat.

Bawaslu Tertibkan Seluruh APK di Zona Larangan Jalan Jenderal Sudirman Toboali

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) bersama KPU dan stakeholder terkait membersihkan sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) salah satu paslon yang terpasang di Jalan Jenderal Sudirman Toboali, Selasa (29/9).

Dua baliho besar yang masuk dalam kategori APK salah satu paslon dan terpasang di papan reklame di Jalan Jenderal Sudirman ikut diturunkan. Selain itu, sejumlah spanduk kecil paslon seluruhnya juga diturunkan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Basel, Sahirin, menyatakan bahwa penurunan APK milik paslon ini lantaran berada di zona terlarang yakni terpasang di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Toboali, mulai dari Simpang Lima Kantor Pos sampai Kantor Kecamatan Toboali.

“Kita bersama Satpol PP, kepolisian, TNI, Kesbangpol dan Dinas PUPRHub melakukan penurunan APK di zona terlarang dari mulai kantor Kecamatan Toboali sampai di simpang lima kota,” kata Sahirin.

Prestasi Tim Satresnarkoba Polres Bangka Selatan Kian Mengkilap

Kinerja tim Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Selatan bukan kaleng-kaleng. Pada bulan September 2020 saja jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bangka Selatan telah berhasil menahan tersangka dugaan penyalahgunaan narkotika sebanyak 20 orang.

Sedangkan jumlah perkara pada bulan September 2020 sebanyak 6 perkara. Hal ini dikatakan oleh Kepala Satresnarkoba Polres Bangka Selatan, Iptu Yandri C Akip kepada wartawan pada Selasa (29/9) siang.

“Tersangka narkoba yang ditahan dan dalam proses sidik ada 20 orang. Sedangkan jumlah perkara pada bulan September ada 6 perkara,” kata Iptu Yandri.

Sejak memegang Satresnarkoba di Polres Bangka Selatan, Iptu Yandri yang juga mantan Kapolsek Toboali dan tim telah menunjukkan peningkatan kinerja dalam menangkap para ‘pemain’ narkoba yang meresahkan masyarakat dan merusak generasi muda, termasuk membongkar jaringan gelap peredarannya.

Puluhan pemain narkoba di wilayah itu dibikin tak nyaman tidur. Baru baru ini saja, lima orang di Toboali berhasil ditangkap. Mereka adalah Ret (27) dan Nik (30), yang diketahui sebagai pasangan suami istri (Pasutri). Mereka ditangkap pada Senin (21/9) lalu.

Saat menangkap pasutri itu, tim Satresnarkoba juga mengamankan 2 orang pelaku lainnya masing-masing 2 orang perempuan berinisial Des (22) Ibu Rumah Tangga (IRT) dan Sis (27) warga Jalan Damai Payak Ubi Kelurahan Toboali.

Kluster Sawit Bertambah, Terkonfirmasi Sudah 12 Pasien Positif

Kluster Sawit PT BPL terus bertambah. Sebelumnya sudah terkonfirmasi enam orang positif terpapar Covid-19 dengan keterangan satu orang meninggal dunia dan lima lainnya menjalani perawatan di Wisma Karantina Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Disampiakan Juru Bicara GTPPC-19 Kabupaten Bangka Barat, dr. Hendra dalam press release, Selasa (29/9/20) tercatat dari hasil Swab yang keluar Senin (28/9/20), Babar kembali bertambah tujuh pasien dengan rincian sebagai berikut.

1. Nyonya NH (36), pegawai Puskesmas Kelapa. Riwayat penularan melalui perjalanan mendampingi orang tuanya yang sakit di Palembang.

2. Tuan B (22), kontak erat keluarga kluster sawit PT. BPL.

3. Nyonya B (53) kontak erat keluarga kluster sawit PT. BPL.

4. Nyonya S (38), kontak erat keluarga kluster sawit PT. BPL.

5. Tuan TL (59), kontak erat keluarga kluster sawit PT. BPL.

6. A (bayi perempuan usia 4 bulan ), kontak erat keluarga kluster sawit PT. BPL.

7. Nyonya Y (39), kontak erat keluarga kluster sawit PT. BPL.

Dengan bertambahnya tujuh orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 pada Senin (28/9/20), kini dalam kasus baru covid-19 di Bangka Barat berjumlah 14 pasien, dimana 12 pasien merupakan kluster Sawit.

“Ada penambahan 7 kasus Positif di bangka barat, sehingga total akumulasi berjumlah 36 orang dengan rincian : 22 kasus sembuh, 1 kasus meninggal, 13 kasus aktif (OTG),” terang dr. Hendra.

Masuk Pekarangan Rumah, Buaya 2 Meter Ditangkap Warga

Warga Jalan Lintas Timur Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menangkap seekor buaya berukuran 2 meter. Buaya tersebut ditangkap lantaran masuk ke pemukiman padat penduduk.

Febri, salah satu warga di lokasi tersebut mengungkapkan bahwa buaya dengan panjang kurang lebih 2 meter itu ditangkap dengan menggunakan jerat tali.

Sebelumnya, kata Febri, buaya ini masuk ke pekarangan rumah penduduk pada Senin (28/09/20). “Buaya ditangkap karena khawatir menyerang warga setempat,” ungkapnya.

Ia menyebut kemunculan buaya ini bukan kali pertama di lokasi itu. Namun hanya baru satu buaya yang bisa tangkap. Usai ditangkap, reptil ganas ini langsung diikat untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Ketua Alobi Fondation, Langka Sani, saat menerima laporan tersebut langsung menyelamatkan hewan tersebut agar tidak mati.

“Rusaknya habitat dan masuknya siklus musim kawin bagi buaya menjadi penyebab utama buaya masuk ke lingkungan manusia,” ungkapnya.

Selanjutnya hewan tersebut dievakuasi tim penyelamat satwa untuk direhabilitasi sebelum dilepas liarkan.

Archipelago dan Marine Tourism Jadi Modal Pariwisata Potensial

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyatakan archipelago tourism dan marine tourism sangat potensial menjadi modal bagi destinasi wisata dalam membangun pariwisata berkelanjutan di era adaptasi kebiasaan baru.

Hal ini dikatakan Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf/Baparekraf, Frans Teguh, dalam webinar STDev Forum bertajuk “Pengembangan dan Penataan Model Archipelago Tourism and Marine Tourism Di Era Adaptasi Kenormalan Baru”, Kamis (24/9/2020).

Menurutnya potensi wisata bahari dan kepulauan di Indonesia sangat besar dan beranekaragam. Hal ini diyakini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

“Dalam konteks yang strategis ini, kita ingin memastikan bahwa potensi bahari dan potensi kepulauan di Indonesia dapat menjadi modal dalam meningkatkan kualitas pariwisata serta membangun sustainable tourism.

Karena, Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, mulai dari pantainya yang indah serta berbagai macam kepulauan unik yang dapat kita gali potensi wisatanya. Sehingga wisata bahari dan wisata kepulauan Indonesia dapat menjadi top of mind bagi wisatawan,” kata Frans.

Melalui webinar ini, Frans berharap masyarakat Indonesia khususnya pelaku usaha pariwisata akan mendapatkan insight atau pemahaman baru mengenai pengembangan dan penataan archipelago tourism dan marine tourism.

Selain itu dapat memperkuat pendekatan dan strategi baru untuk meningkatkan kualitas pariwisata dan pembangunan berkelanjutan yang sesuai dengan referensi pasar nusantara maupun mancanegara.