Kejari Babar Akui Sudah Beri Arahan Terkait Kasus PC Parittiga

  • Whatsapp

Kepala Seksi Inteligen Kejakasaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bangka Barat (Babar), Mario Nicolas mengatakan bahwa benar pihaknya sudah menerima berkas penyidikan kasus excavator yang diamankan satreskrim polres Babar akhir tahun 2019 lalu.

Namun menurut Mario berkas tersebut belum lengkap dan pihak Kejari sudah memberikan petunjuk apa saja yang harus dilakukan Sat Reskrim Polres Bangka Barat agar berkas penyidikannya lengkap. Tapi Mario tidak menjelaskan petunjuk apa saja yang pihaknya berikan karena hal tersebut merupakan kewenangan penyidik Kejari Bangka Barat.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah memberikan petunjuk kepada mereka apa-apa saja yang harus dilengkapi dalam berkas penyidikannya,” kata Mario saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu (8/7/20).

Diberitakan sebelumnya, Satu unit Excavator (PC) merk CAT warna kuning yang diamankan Polres Bangka Barat dalam Operasi PETI Menumbing 2019 pada Selasa (10/12/19) yang lalu di Hutan Lindung Kolong Jebu Bembang Pasir Kuarsa Desa Teluk Limau Kecamatan Parittiga masih belum memiliki kekuatan hukum tetap.

Dari kasus tersebut telah ditetapkan dua orang tersangka yakni Fendi, pemilik PC tersebut, dan Migo, yang bekerja mengoperasikan alat berat itu. Namun saat ini kedua orang itu telah menghirup udara segar.

Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Andri Eko Setiawan menyebut masa penahanan kedua orang itu sudah habis sehingga keduanya sekarang sudah bisa menghirup udara segar.

“Penahanan itu batasnya 20, 30, sama 60 hari, itu kan perpanjangan penahanan pengadilan, karena berkasnya belum lengkap jadi keluarkan demi hukum,” kata Andri, Selasa (7/7/20) di ruang kerjanya.

Kasat Reskrim menerangkan, pihaknya sudah berusaha melengkapi berkas mulai gelar perkara hingga memanggil dua orang ahli pidana dari Jakarta. Namun berkasnya dianggap pihak Kejaksaan Negeri Bangka Barat belum lengkap.

“Karena belum lengkap, perkara kita masih belum lengkap sama jaksa. Tapi dari kita sudah berusaha maksimal, bahkan ahli pidana kita sudah gunakan, jadi berkas kita masih bolak-balik. Kita sudah gelar perkara tapi masih belum lengkap berkasnya,” ungkap Andri.

“Ahli pidana menyatakan semua unsur terpenuhi. Kalau kita akan berusaha melengkapi administrasi penyidikan. Semua ahli kita pakai, ahli bahasa, ahli kehutanan, tambang, sudah kita pakai. berkas masih dikembalikan ke kita,” tambahnya.

Andri melanjutkan, proses penyidikan tersebut masih berlanjut. Apabila berkasnya sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Bangka Barat, kedua orang tersangka tersebut akan diamankan kembali.

“Statusnya masih status tersangka. Cuma batas penahanannya sudah limit, sudah habis. Nanti kalau sudah lengkap, katanya berlanjut, tangkap lagi tinggal serahkan kejaksaan,” katanya.

Pos terkait

Slider

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *