DPPP Basel Dampingi Bulog Jajaki Pembelian Beras Petani

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan mendampingi perwakilan Kantor Bulog Bangka Belitung yang mengunjungi para petani di desa Rias Kecamatan Toboali khususnya Gabungan Kelompok Tani Sepakat Jaya , Kamis (9/4).

Berbicara kepada wartawan, Kepala DPPP Bangka Selatan, Suhadi, mengatakan bahwa kedatangan perwakilan Bulog Bangka Belitung ke desa Rias untuk penjajakan pembelian beras hasil petani.

Dikatakan Suhadi, Bulog Bangka Belitung direncanakan akan membeli beras petani sebanyak 20 ton.

“Menurut rencana Bulog Bangka Belitung akan membeli beras hasil petani dari desa Rias. Batas kuota yang akan dibeli dari petani untuk di Bangka Selatan sebanyak 20 ton dalam sekali pembelian,” tutur Suhadi.

Lebih lanjut Suhadi mengatakan bahwa penjajakan pembelian beras petani ini untuk menghindari kelebihan stok di gudang beras. Untuk itu, Bulog Bangka Belitung siap menampung beras petani yang ada di Bangka Selatan.

Saat ini, kata Suhadi, Bulog Bangka Belitung masih menunggu kesepakatan dengan dinas terkait selain menunggu intruksi.

Beras asal petani desa Rias dari sisi kualitas dan kriteria sudah masuk kategori. Direncanakan pihak Bulog akan membeli beras petani dengan kisaran harha Rp 9000 – Rp 10.000/kilogram.

Tim Gabungan Robohkan Pondok TI Apung Selindung Bangka Barat

Sebanyak 150 personil Tim Gabungan merobohkan pondok (camp) Tambang Inkonvensional (TI) Apung di Pantai Se Babe Dusun Selindung Desa Air Putih Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat, Kamis (9/4/20) siang.

Tim Gabungan terdiri dari personel Polres Babar, Kodim dan Satpol PP Bangka Barat menggeruduk pondok mengunakan parang, sinso, linggis dan alat lainnya.

Disela penertiban, Kadus Dusun Selindung, Sulaiman, meminta semua pondok diratakan dengan tanah tanpa pengecualian.

“Kalau kita biarkan dikhawatirkan di sini akan menjadi perkampungan,” tutur Sulaiman.

Kapolres Bangka Barat AKBP Muhammad Adenan menyampaikan bahwa sebelum penertiban hari ini, pihaknya telah menghimbau agar para penambang dengan kesadaran sendiri merobohkan camp-nya.

Sebab, kata Adenan, jika dibiarkan akan sulit untuk mendata dan mendeteksi orang-orang di lokasi tersebut. Apalagi saat ini pihaknya sedang berupaya mencegah masuknya Covid-19 ke Bangka Barat dengan segala upaya.

“Jadi kita minta demi kebaikan bersama kita minta membongkar camp-camp yang ada supaya ini bersih. Ini juga lokasinya kotor. Kotor ini sumber penyakit, jadi kita minta khususnya yang pendatang yang menambang kita minta bubarkan,” ungkap Kapolres di Pantai Si Babe Dusun Selindung.

Dilanjutkan Kapolres, setidaknya 70 persen dari camp yang ada telah dibongkar. Sisanya tinggal merapikan saja. Mengenai ponton-ponton yang masih berbaris di laut dan sekitar pantai akan bergeser dengan sendirinya bila camp-camp telah dibongkar.

Meskipun pembongkaran belum rampung sepenuhnya, Camat Muntok Sukandi mengatakan, sisa camp yang ada akan dirobohkan dengan menggunakan alat berat dari Dinas PUPR.

“Hari Senin nanti kita habiskan dengan meminjam alat berat. Besok kita libur dulu lah,” kata Sukandi.

Awal Kisah Masuknya Covid-19 ke Kota Toboali

Orang terkonfirmasi covid-19 di Kota Toboali Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bertambah 1 orang. Ia merupakan menantu dari pendeta asal Toboali yang telah lebih dulu meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam beberapa waktu lalu yang juga positif Covid-19.

Hasil ini diketahui setelah Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) menggelar Rapid Test kedua terhadap 46 orang di daerah itu. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Bangka Selatan, Supriyadi, mengatakan hal ini kepada awak media, Kamis (9/4/2020).

“46 orang yang di Rapid Test kedua, satu orang positif, menantu pendeta. Yang positif kita kirim ke karantina Propinsi di Pangkalpinang,” kata Supriyadi.

Menantu Pendeta yang Telah Meninggal Dunia Positif Covid-19

46 orang di Kabupaten Bangka Selatan termasuk 29 orang pegawai dan staf Klinik Bakti Timah Toboali Kabupaten Bangka Selatan telah selesai menjalani Rapid Test (Tes Cepat) Covid-19 tahap 2.

Rapid Test ini digelar di Laboratorium Klinik Bakti Timah Toboali, Kamis (9/4/2020) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, dilaksanakan oleh petugas Labkesda Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, Supriyadi, mengatakan dari 46 orang itu, satu orang dinyatakan positif Covid-19 yakni menantu pendeta.

Sementara untuk 29 orang pegawai dan staf Klinik Bakti Timah Toboali dinyatakan negatif Covid-19.

“46 orang yang di Rapid Test kedua, satu orang positif, menantu pendeta. Yang positif kita kirim ke karantina Propinsi di Pangkalpinang.

Pegawai Klinik Bakti Timah Toboali Jalani Rapid Test Kedua

Sebanyak 29 orang pegawai dan staf Klinik Bakti Timah Toboali Kabupaten Bangka Selatan telah selesai menjalani Rapid Test (Tes Cepat) Covid-19 tahap 2.

Rapid Test ini digelar di Laboratorium Klinik Bakti Timah Toboali, Kamis (9/4/2020) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, dilaksanakan oleh petugas Labkesda Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, Supriyadi, belum bisa memberi informasi terkait hasil Rapid Test kedua ini.

“Belum ada laporan. Alhamdulillah, semoga pegawai Klinik Bakti Timah Toboali dan masyarakat sama-sama tenang. Semoga tidak ada stigma negatif dari masyarakat lagi terhadap pegawai Pusyandik,” kata Supriyadi.

Gubernur dan Kapolda Babel Pantau Stabilitas Harga Sembako

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman bersama Kapolda Brigjen Polisi Anang Syarief didampingi Bupati Belitung H Sahani Saleh meninjau langsung kondisi pasar Tanjung Pandan Belitung, Rabu (8/4/2020).

Gubernur turun langsung ke pasar Tanjung Pandan guna melihat stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar itu.

“Alhamdulillah masih diberi kesehatan dan kekuatan untuk turun langsung ke pasar Tanjung Pandan,” kata Gubernur di laman FB Erzaldi Rosman Djohan.

Menurut Erzaldi, stabilitas harga pangan di pasar harus benar-benar dalam pengawasan. Hal ini mengingat sedang terjadi penyebaran wabah virus covid-19.

“Jangan sampai masyarakat disusahkan oleh harga bahan pokok yang cukup tinggi,” tutur Erzaldi.

 

Hasil Tes Swab: Istri PDP asal Toboali yang Meninggal Dunia Positif Corona

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Toboali Bangka Selatan (Basel) dinyatakan positif Covid-19 menurut hasil test swab. PDP yang dinyatakan positif ini merupakan istri dari PDP yang positif Covid-19 dan telah meninggal dunia.

Informasi ini dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Supriyadi.

“Hasil test swab istri PDP yang positif yang telah meninggal dunia itu dinyatakan Positif,” kata Supriyadi, Rabu (8/4/2020). Saat ini kondisi PDP itu dalam keadaan sehat dan masih menjalani karantina di Gedung Diklat Provinsi Bangka Belitung.

Sebelumnya, 55 orang di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) sempat menjalani tes kilat atau Rapid Test virus corona karena beresiko tinggi untuk menularkan atau tertular virus Covid-19 setelah memiliki riwayat kontak dengan kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Hasilnya 1 orang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 yakni istri PDP asal Toboali yang telah meninggal dunia di RS Siloam Pangkalan Baru.

PDP yang telah meninggal dunia itu merupakan pria berumur 72 tahun yang sempat mengikuti acara salah satu gereja di Kota Bogor beberapa waktu yang lalu.