Markus akan Tindaklanjuti Aduan Warga Dusun Selindung

Menanggapi aduan lima perwakilan warga Dusun Selindung Desa Air Putih, Bupati Bangka Barat, Markus berjanji akan menindaklanjutinya.

“Dalam waktu dekat ini akan kami rapatkan dengan Forkopimda, disitu kan nanti ada Kapolres, Dandim, ini nanti akan kami bicarakan dan akan ditindak lanjutilah,” kata Markus saat menerima lima perwakilan warga Dusun Selindung di kantornya, Jum’at (3/4/20) siang.

Sebab kata Markus, hal ini jika dibiarkan dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Markus berpesan agar warga menahan diri dan tidak berbuat anarkis.

“Jangan sampai nanti terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Kita berpesan kepada masyarakat jangan berbuat anarkis. Nanti akan kami rapatkan dengan Forkopimda, nggak mungkin hanya Bupati kan, ini akan kita bicarakan dengan Forkopimda,” tegas Markus.

Dikesempatan yang sama, nelayan Dusun Selindung, Muhar, mengatakan bila tidak segera dicegah camp di sepanjang pantai akan terus dibangun.

Menurutnya, Kepala Dusun pernah menyarankan agar warga beramai – ramai mendatangi pantai untuk menyampaikan keberatannya. Tapi dirinya khawatir bila hal itu dilakukan akan terjadi demo warga.

“Kan dipere (didatangi) sama ibu-ibu kemarin, jadi kami disuruh Kadus ramai-ramai kesana, itu nanti pacak demo. Kami menghindar jangan sampai ribut. Mereka itu dari Toboali, Batu Belubang, seluruh nanti, Permis, Belinyu, nanti ke situ semua,” ujar Muhar.

“Camp itu dibangun disepanjang pantai. TI Apungnya ada yang sudah beroperasi ada juga yang baru mulai. Himbauan dari desa tanggal 31 Maret itu harus bersih, tapi pondoknya tiap hari nambah terus. Jadi belum ada tindak lanjut kan, harusnya kan ditertibkan,” katanya.

Camp TI Apung Penuhi Pantai, Warga Selindung Datangi Bupati

Warga Dusun Selindung Desa Air Putih Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat dibuat resah dengan semakin maraknya para pendatang yang terus bermunculan di dusun mereka.

Keresahan warga tersebut tertuang dalam surat yang ditandatangani ratusan warga tanggal 16 Maret 2020 yang isinya menyatakan “Masyarakat tidak menyetujui pemukiman/kamp warung TI Apung di Pantai Si Babe Selindung”.

Menurut Muhammad Fuad, salah seorang nelayan Dusun Selindung, surat tersebut ditandatangani 95 persen warga yang menginginkan TI Apung dan camp yang ada agar dibubarkan.

Dia menuturkan, pihak desa hanya membuat spanduk yang isinya menghimbau semua aktivitas di Pantai Si Babe Selindung sampai tanggal 31 Maret 2020 agar dihentikan. Namun hingga kini camp para pendatang masih ada bahkan kian bertambah.

Merasa laporannya tidak ada tindak lanjut dari pihak desa, lima orang perwakilan warga Dusun Selindung mengadu kepada Bupati Bangka Barat, Markus. Lima orang warga tersebut diterima Markus di ruang pertemuan Bupati.

“Pada dasarnya ingin itu dibubarkan. Kami sudah melapor ke Kadus, Kades dan Babhinkamtibmas tanggal 16 Maret 2020, tapi sampai sekarang belum ada respon,” ujar Muhammad Fuad di Kantor Bupati Bangka Barat, Jum’at (3/4/20) siang.

Hal senada juga diungkapkan Toni, warga Desa Air Putih. Menurutnya, keberadaan TI Apung memang meresahkan warga.

Disamping tidak ada keuntungan apapun untuk warga, para pendatang terus bertambah. Bahkan, gesekan-gesekan antara para pendatang dengan warga telah terasa. Apalagi di tengah ancaman virus Corona, kekhawatiran warga semakin menjadi.

“Pernah ribut tapi nggak besar. Itu kan mengganggu nelayan, lah meresahkan dan tidak menguntungkan warga. Mana pendatang datang terus, lewat laut lewat darat lah diorang (mereka) tu. Diorang kan punye speed sendiri juga, tahu la orang – orang luar kan,” jelasnya.

Toni khawatir bila terus dibiarkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi pada tahun 2019 di TI Apung tersebut pernah terjadi kasus kepemilikan senjata api.

“Senpi kan ada tahun kemarin. Mereka itu dari Toboali yang banyak, misalnya di sana besar gelombang mereka kesini,” cetusnya.

Gugas Covid-19 Distribusikan APD untuk Daerah

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah mendistribusikan Alat Pelindung Diri ke berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

Menurut catatan, Daerah Khusus Ibu kota Jakarta jadi provinsi yang menerima bantuan tambahan alat pelindung diri terbanyak, disusul oleh Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Banten, dan wilayah luar Jawa.

“Kami telah mendistribusikan di seluruh jajaran rumah sakit yang memberi layanan perawatan Covid-19, telah dikirim dan diterima tambahan 85.000 unit APD” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat (3/4), seperti dikutip dari laman www.covid19.go.id.

Pemerintah Pusat juga menyalurkan 55.000 unit tambahan APD ke Jawa Barat, 25.000 unit APD ke Jawa Timur, 20.000 unit ke Jawa Tengah, 12.500 unit ke Bali, 10.000 ke DI Yogyakarta, 10.000 ke Banten, dan lebih dari 5.000 ke daerah di luar Jawa dan Bali. Sehingga ada lebih dari 300.000 unit APD yang telah disalurkan pemerintah pusat ke rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah akan terus berupaya mencari dan mengirim bantuan alat pelindung diri ke seluruh provinsi di tanah air untuk memenuhi kebutuhan di daerah. “Ini jumlah yang belum mencukupi apabila dihadapkan dengan perkembangan kasus yang terus berjalan. Angka ini bukan angka yang dianggap cukup dan berhenti, karena kami akan terus mengirim lebih lanjut,” terang Yuri.

Cegah Covid-19, DPD Pemuda Muhammadiyah Bantu Jurnalis

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Muhammadiyah Pangkalpinang beri bantuan vitamin dan hand sanitezer serta buah-buahan kepada jurnalis yang meliput di Pemkot Pangkalpinang, Jumat (03/04/20).

Bantuan tersebut diberikan dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada jurnalis dalam meliput khususnya antisipasi pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Wakil Ketua Bidang Kesehatan, Jonsory Laviko mengatakan, pengurus DPD Pemuda Muhammadiyah Kota Pangkalpinang, jurnalis merupakan garda terdepan dalam menyampaikan informasi ke publik khususnya pemberitaan terkait covid-19.

“Jurnalis merupakan garda terdepan dalam menyampaikan informasi publik dengan memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat. Mereka wajib kita bantu,” tutur Jonsory, yang biasa disapa Gugun ini.

Siswa di Kota Pangkalpinang Tetap Belajar di Rumah Hingga 21 April

Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melalui Dinas Pendidikan kembali mengumumkan penambahan waktu belajar di rumah untuk murid-murid TK/Paud dan SD maupun SMP hingga 21 April 2020 mendatang.

Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Edaran Walikota Pangkalpinang Nomor 420 /416 /Dikbud/IV/2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 di Kota Pangkalpinang.

“Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang sudah menerima surat edaran bahwa murid-murid TK/Paud, SD maupun SMP masih tetap belajar di rumah dan diperpanjang hingga 21 April 2020 ,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi, Kamis (02/04/20).

Seharusnya murid-murid sekolah di Pangkalpinang tersebut sudah mulai masuk sekolah pada tanggal 5 April 2020, ungkap Eddy.

Dikatakannya, kegiatan-kegiatan materi yang diberikan guru kepada siswa bukan berarti untuk membebankan siswa atau menuntaskan kurikulum.

Menurutnya, tugas yang diberikan kepada siswa itu hanya penguatan supaya mendorong siswa jangan sampai beraktivitas di luar rumah.

“Kita harap kepada orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya agar selalu tetap belajar,” tutupnya.

Posko Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Basel Tutup dan Tak Ada Petugas

Posko Gugus Tugas Pengendalian dan Pencegahan COVID-19 Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga saat ini belum ada aktivitas apapun.

Padahal Pemkab Bangka Selatan telah menyiapkan posko ini sejak beberapa hari yang lalu.

Akibatnya, sejumlah wartawan lokal yang hendak bertanya tentang update berita tentang Covid-19 di wilayahnya kesulitan mendapatkan informasi.

Padahal, masyarakat ingin mengetahui perkembangan terbaru tentang virus Corona atau Covid-19.

Salah satu wartawan lokal, Tommy, mengatakan seharusnya posko pengendalian dan pencegahan Covid-19 ini selalu buka 24 jam demi kepentingan pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus Covid-19.

Kwarcab Kota Pangkalpinang Bagikan 1000 Masker dan Hand Sanitizer

Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pangkalpinang membagikan sebanyak 1000 masker dan hand sanitizer kepada petugas kebersihan dan petugas parkir diwilayah Kota Pangkalpinang, Kamis (02/04/20).

Pembagian masker dan hand sanitizer tersebut diberikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dari dampak penyebaran Covid-19.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Pangkalpinang, Monica Haprinda dalam kesempatan itu mengungkapkan, masker maupun hand sanitizer tersebut dibagikan dengan sasaran petugas kebersihan dan petugas parkir di wilayah Kota Pangkalpinang.

“Itu kita bagikan sebanyak 1000 masker dan hand sanitizer,” kata Monica.

Menurut Monica, kegiatan kali ini dilakukannya bersama sama dengan pengurus maupun kakak kakak yang ada di kwarcab Kota Pangkalpinang.