Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Salurkan 2000 liter Hand Sanitizer

Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kota Pangkalpinang distribusi 2000 liter Hand Sanitizer kepada seluruh kelurahan dan kecamatan maupun instansi pemerintah di wilayah Kota Pangkalpinang, Senin (06/04/20).

Selain disalurkan kepada instansi yang berada di wilayah Kota Pangkalpinang, juga turut diberikan kepada PKK Kota Pangkalpinang dan Dharma Wanita maupun Masyarakat Pangkalpinang.

“Semuanya ini kita berikan dalam bentuk 5 liter. Diharapkan kepada penerima untuk dapat mendistribusikannya kembali kepada yang benar-benar memerlukan,” ungkap dr Hakim saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang.

Lanjut dikatakannya, 2000 liter Hand Sanitizer menurutnya itu merupakan hasil dari pengadaan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang.

“Itu kita dapatkan dari hasil pengadaan,” sebutnya.

Linda Salon Toboali Ajak Rina Tarol Bagi-bagi Masker

Mewabahnya Corona Virus Deaseas (Covid-19) membuat seluruh elemen masyarakat saling peduli dan bahu membahu untuk memerangi wabah yang sudah menjadi pandemi ini.

Di Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Pemilik Linda Salon, Linda, juga tak mau ketinggalan. Ia mengajak anggota DPRD Bangka Belitun Dapil Bangka Selatan, Rina Tarol, untuk turut serta berpartisipasi membagikan masker kepada warga Toboali.

Linda mengatakan, sebanyak 500 masker yang ia bagikan kepada pengguna jalan  merupakan hasil buatan tangannya sendiri untuk menunjukan kepeduliannya kepada masyarakat.

“Saya jahit masker sendiri selama 3 hari. Setiap hari saya jahit dari pagi sampai sore supaya bisa dibagi-bagikan ke masyarakat,” tutur Linda.

Linda juga menerangkan, akan melanjutkan pembagian masker ini setelah pembuatan masker berikutnya selesai.

DPD HAMI Babel Bersatu dan Partai Demokrat Beraksi

Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Advokat Muda Indonesia (DPD HAMI) Babel Bersatu bersama Partai Demokrat menggelar aksi sosial, Minggu (5/4/2020).

Law Office Feriyawansyah SH MH merupakan titik kumpul dalam aksi sosial bagi-bagi 200 masker, 200 botol minuman vitamin c, dan 100 madu kemasan.

Berbicara kepada wartawan, Ketua DPD HAMI Babel Bersatu, Feriyawansyah, menjelaskan bahwa aksi sosial ini merupakan aksi perdana di tengah terjangan wabah virus Covid-19.

“Kita dari DPD HAMI Babel, Tunas dan Garda HAMI Bersatu beserta teman-teman dari partai Demokrat bersinergi menggelar aksi sosial. Ini merupakan aksi sosial perdana di tengah gencarnya serangan Covid-19 yang melanda Indonesia,” ujar Feri.

Pihak DPD HAMI Babel, kata Feri, sangat terbuka bagi yang ingin bergabung dan bersinergi dalam melawan penyebaran virus Covid-19.

Dukungan Moril Alumni SMAN 1 Toboali Ringket 99 untuk Paramedis

Alumni SMAN 1 Toboali Ringket 99 menggelar aksi sosial membantu paramedis dan tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangka Selatan berupa makanan nasi kotak, Minggu 5 April 2020.

Koordinator Aksi Sosial, Iko Gusman, kepada wartawan mengatakan bantuan ini merupakan sumbangan dari alumni SMAN 1 Ringket 99 yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril kepada para pejuang garda terdepan yakni tenaga medis dan paramedis dimanapun mereka bertugas dalam menanggulangi wabah Covid19,” kata Iko Gusman.

Iko Gusman berharap aksi sosial ini dapat menginspirasi pihak-pihak lain untuk bersama-sama, bahu membahu dan berkontribusi walau sekecil apapun dalam mengahadapi situasi yang mengkhawatirkan saat ini.

Salah satu pengurus Dewan Pengurus Komisariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPK PPNI) RSUD Bangka Selatan, Agus, mengucapkan terima kasih kepada segenap Alumni SMAN 1 Toboali Ringket 99 atas perhatian dan dukungan moril yang telah diberikan.

“Kami dari pengurus DPK PPNI RSUD dan atas nama seluruh pegawai Rumah Sakit mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Alumni SMAN 1 Toboali Ringket 99. Semoga dimurahkan rezeki dan kita semua terhindar dari wabah virus corona ini,” kata Agus.

Kajari Bangka Barat Bagikan APD untuk Wartawan

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka Barat (Babar), Hellena Octaviane, memberikan Alat Pelindung Diri (APD) berupa Masker, Hand Sanitizer kepada jurnalis yang bertugas di wilayah Kabupaten Bangka Barat.

Menurut Hellena, profesi jurnalis sangat rentan terjangkit virus Covid-19 yang sedang mewabah saat ini. Pasalnya mereka harus mencari informasi dari banyak sumber di lapangan untuk diberitakan kepada masyarakat.

“Saya melihat rekan-rekan wartawan saat ini menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyebaran dan penanganan virus corona ini.

Namun disisi lain saya melihat bahwa dalam menjalankan tugasnya, rekan-rekan wartawan ini hanya menggunakan alat pelindung diri seadanya, padahal mereka dalam melakukan pekerjaannya sangat rentan terinfeksi virus ini,” ungkapnya, Sabtu (04/04/20).

RK Kritik Kinerja Pemerintah Pusat Lambat Tangani Corona

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil blak-blakan mengkritik kinerja pemerintah pusat yang dinilainya lamban menangani penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Dia meyakini kasus positif Covid-19 di Indonesia sebetulnya jauh lebih banyak daripada yang selama ini diungkapkan oleh pemerintah pusat.

“Mohon maaf, Pak Wapres. Saya meyakini, saat ini kasus (corona) berlipat-lipat, tapi karena yang mengetes tidak sebanyak yang diharapkan maka data seolah sedikit,” ujar Ridwan dalam rapat teleconference dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin hari ini, Jumat (3/4/2020).

Ridwan Kamil menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman rapid test corona di Jawa Barat, dari 15 ribu tes terdapat 677 orang yang positif. Itu data sementara dan tes swab masih terus dilakukan.

“Jadi kesimpulannya, semakin banyak kita mengetes, semakin kita tahu virus ini sedang beredar di mana saja,” katanya.

Gubernur Ridwan Kamil mengatakan data tersebut belum dilaporkan ke pusat karena pemerintah daerah masih akan melakukan tes swab untuk memastikan si pasien benar-benar terinfeksi Covid-19.

Sumber: Bisnis.com

Hasil Rapid Test: 13 Warga Toboali Dinyatakan Negatif Corona

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan melalui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan Rapid Test.

Rapid test ini dilakukan untuk 13 orang warga Toboali di rumah masing-masing pada Jumat (3/4/2020) siang karena sebelumnya sempat kontak erat dengan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia, Jumat (27/3) di Rumah Sakit (RS) Siloam Pangkalanbaru, Bangka Tengah (Bateng).

Kepada wartawan, Kepala DKPPKB Bangka Selatan, Supriyadi, mengatakan 13 orang warga yang di-tracking lanjutan dan dilakukan rarapitest, hasilnya negatif. Begitu juga dengan hasil rapid test terhadap 29 orang pegawai dan staf Klinik Bakti Timah Toboali, hasilnya juga negatif.

Supriyadi juga mengatakan bahwa Rapid Test ulang juga akan kembali digelar terhadap 13 orang warga dan 29 orang pegawai dan staf Klinik Bakti Timah Toboali pada 10 hari mendatang. Menurutnya, 13 orang warga dan 29 orang pegawai Klinik Bakti Timah Toboali saat ini sedang dalam proses karantina pribadi.