Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melalui Sekretaris Daerah, Radmida Dawam, kembali umumkan warganya yang terkonfirmasi Positif Covid-19, Rabu (22/04/20).
Satu orang pasien dinyatakan terkonfirmasi Positif Covid-19 berdasarkan hasil Swab alat Polymerase Chain Reaction (PCR) yang keluar pada hari ini tanggal 22 April 2020.
“Satu orang ini berinisial E (51). Dia merupakan suami dari M warga Pangkalpinang Kecamatan Pangkalbalam yang di hari sebelumnya pada tanggal 16 sudah dinyatakan positif Covid-19,” kata Sekda.
Kemudian kata Sekda, untuk saat ini inisial E sudah dikarantina di LPMP. Berdasarkan kesehatan dia termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG). “Untuk kondisi E ini kesehatannya normal,” ungkap Sekda.
Selanjutnya kata Sekda, terkait hal ini Gugus Tugas terus melakukan tracking terhadap saudara dan tetangga untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.
“Saat ini kita belum menaikkan status darurat karena virus ini dibawa dari luar. Kita juga telah melakukan tracking dan Rapid Tes terhadap semua penumpang pesawat yang bersama mereka saat ini dan semuanya negatif,” katanya.
Berdasarkan data sementara Tim PGK Peduli akan salurkan sembako ke warga terdampak Covid-19 berjumlah 21.227 Kepala Keluarga.
Data tersebut didapat berdasarkan hasil yang diterima oleh Tim PGK Peduli dari RT dan Kelurahan maupun Kecamatan di wilayah Kota Pangkalpinang.
“Sesuai data sementara, Pemerintah Kota Pangkalpinang akan salurkan bantuan berupa sembako berjumlah 21.227 KK kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, ” kata Sekda Kota Pangkalpinang saat menggelar Jumpa Pers di Rumah Dinas Walikota Pangkalpinang, Rabu (22/04/20).
Menurut Sekda, untuk bahan sembako yang akan dibagikan tersebut terdiri dari beberapa item.
“Itu terdiri dari Beras, Mie, Minyak/Gula,” sebutnya.
Kemudian kata Sekda, untuk pembagian sembako akan dilakukan secara giliran perkecamatan yang ada di wilayah Kota Pangkalpinang dan ini dilakukan agar tidak terjadi perkumpulan dan menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sengaja kita lakukan perkecamatan.Itu dilakukan untuk mengantisipasi kondisi kita pada saat ini,” ungkapnya.
Sekda menjelaskan, untuk tahap pendistribusian nanti akan dilakukan oleh kecamatan masing-masing kemudian akan disalurkan melalui kelurahan kemudian dilanjutkan oleh RT setempat.
“Itu akan dibagikan secara door to door kerumah- rumah warga,” jelasnya.
Dia menambahkan, bagi warga masyarakat khususnya masyarakat kota Pangkalpinang apabila ada yang belum mendapatkan sembako bantuan tersebut sekiranya bisa mendaftarkan kembali kepihak RT maupun Kelurahan.
“Jika ada warga yang belum terdata dan benar- benar layak untuk mendapatkan bantuan bisa melaporkan kepihak RT maupun Kelurahan setempat, ” pungkasnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk menyikapi potensi kelangkaan pangan dunia sebagai akibat dari pandemi Covid-19. Akhir bulan lalu, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB mengingatkan akan adanya potensi tersebut.
Maka itu, sejumlah langkah dibahas oleh Kepala Negara bersama dengan jajaran terkait dalam rapat terbatas mengenai antisipasi kebutuhan bahan pokok yang digelar melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 21 April 2020.
“Setiap negara terutama negara-negara produsen beras akan lebih memprioritaskan kebutuhan dalam negeri mereka sendiri dan rantai pasok bahan pangan akan terganggu karena kebijakan lockdown (di sejumlah negara),” ujar Presiden.
Sebagai langkah awal, Presiden Joko Widodo menginstruksikan dilakukannya pemetaan kebutuhan bahan pokok secara akurat dengan berdasar pada data-data empiris yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Hitung yang betul berapa produksi beras kita. Kemudian perkiraan produksi beras pada saat masuk musim kemarau. Juga cadangan beras nasional kita cukup untuk berapa lama. Betul-betul harus dihitung, jangan overestimate,” ucapnya.
Kedua, Kepala Negara meminta pihak-pihak terkait untuk mengawasi rantai pasok dan stok pangan yang ada di pasaran. Selain itu, rantai pasok juga harus dapat menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan di masyarakat.
“Pastikan dalam supplychain petani mendapatkan perlindungan yang baik. Hindari praktik-praktik yang tidak sehat dan harus menerapkan prinsip tata kelola yang baik,” imbuhnya.
Kabar baikkembali menghampiri masyarakat Bangka Belitung. Informasi terbaru pada Selasa 21 April 2020 sore menyatakan istri mendiang pendeta asal Toboali Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dikabarkan sembuh.
“Berdasarkan informasi lisan yang kita ketahui hasil laboratorium istri pendeta untuk follow up ke 2 katanya negatif,” kata Supriyadi, Kepala Dinas Kesehatan Basel yang juga menjabat Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Basel, Selasa 21 April 2020 sore pukul 16.50 WIB.
Menurut Supriyadi, saat ini istri mendiang pendeta masih berada di Wisma Karantina Covid-19 Bangka Belitung di Pangkalpinang. Jika uji klinis menyatakan bahwa keadaannya benar-benar sehat maka dua atau 3 hari lagi istri mendiang pendeta itu bisa pulang.
“Mungkin 2 atau 3 hari lagi bisa pulang untuk memastikan keadaan beliau benar-benar sehat secara uji klinisnya,” tambah Supriyadi.
Posko Bantuan Sosial (Bansos) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pangkalpinang dan Wartawan Pokja PGK mulai menyalurkan bantuan berupa sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19.
Sebanyak 260 peket sembako itu diserahkan secara langsung oleh Kepala Kejari Kota Pangkalpinang, Ari Prioagung didampingi Ketua Pokja Wartawan PGK, Wenki, Selasa (21/04/20).
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pangkalpinang, Ari Prioagung dalam kesempatan ini menyampaikan kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat khususnya masyarakat Kota Pangkalpinang yang terdampak Covid-19.
“Ini kita lakukan bersama-sama dengan Wartawan Pokja PGK,” kata Ari.
Selanjutnya kata Ari, bantuan ini murni diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan dan disalurkan di berbagai wilayah di Kota Pangkalpinang.
Menantu laki-laki mendiang pendeta asal Toboali Kabupaten Bangka Selatan (Basel) berinisial HT telah diperbolehkan pulang oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung.
Menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan Bangka Selatan, Supriyadi, kepada wartawan, Selasa 21 April 2020, HT diperbolehkan pulang pasca 2 kali tes Swab nya dengan hasil negatif Covid-19.
“Assalamualaikum para senior, alhamdulillah berita baik hari ini, menantu laki-laki mendiang pendeta sudah bisa pulang meninggalkan rumah karantina Provinsi di Pangkalpinang karena hasil Swab yang kedua sudah negatif,” kata Supriyadi, Selasa 21 April 2020.
Sebelumnya, HT terindikasi Covid-19 setelah hasil Rapid Test nya positif. Ia melakukan Rapid Test karena diduga kontak erat dengan mendiang pendeta asal Toboali yang juga mertuanya.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) melalui Badan Keuangan Daerah (Bakuda) akan menyalurkan dana penanganan Covid-19 ke rekening Bendahara Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana pada Selasa 21 April 2020.
Berbicara kepada wartawan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bakuda Basel, Riswady, mengatakan bahwa surat permohonan beserta rencana kebutuhan belanja sudah masuk ke Bakuda. Nilai dana yang akan ditransfer sebesar Rp 3.397.937.500,00, dan berasal dari APBD Bangka Selatan Tahun 2020.
“Rencananya besok dana untuk kesehatan dalam rangka penanganan covid-19 akan disalurkan dari Bakuda ke rekening Bendahara Dinas Kesehatan. Surat permohonan beserta rencana kebutuhan belanja sudah disampaikan ke Bakuda,” kata Riswady, Senin malam (20/4/2020).
Menurut Riswady, persayaratan penyaluran dana ini telah sesuai dengan edaran Menteri Dalam Negeri yakni berupa surat permohonan dan Rencana Kebutuhan Belanja (RKB). Untuk itu, Bakuda akan segera menyalurkan dana ini dalam batas waktu 1×24 jam.
Dana ini, sebut Riswady, akan digunakan untuk pengadaan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan kesehatan. Dalam proses pengadaan barang jasa ini Bakuda Basel telah didampingi oleh Inspektorat, Kejaksaan, dan pihak Kepolisian.
“Proses pengadaan barang jasa yang dilakukan telah merujuk pada SE LKPP Nomor 3 Tahun 2020. Dan proses pengajuan penyaluran belanja tidak terduga sudah sesuai dengan SE Mendagri Nomor 440/2622/SJ Tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Daerah,” tutur Riswadi.
Kemenkeu Siapkan Anggaran Rp 3,7 Triliun untuk Insentif 99.660 Tenaga Kesehatan
Selain itu, kata Riswady, Pemerintah pusat juga telah mengeluarkan kebijakan berupa pemberian insentif untuk tenaga kesehatan.
Menurut informasi bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) telah menaikkan anggaran BOK tersebut dari sebelumnya Rp11,67 triliun menjadi Rp15,29 triliun.
“Untuk insentif tenaga kesehatan ini, silahkan pihak Dinkes berkoordinasi dengan Kemenkes. Nanti Kemenkeu akan menyalurkan ke Kasda dan dialokasikan dalam bentuk dana DAK Non Fisik berupa dana operasional kesehatan dan akan disalurkan ke rekening masing-masing penerima,” tandas Riswady.
Alur pengajuan insentif untuk tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19 (istimewa).