Breaking News: Satu PDP Asal Babel Sembuh dari Covid-19

Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Bangka Belitung dikabarkan sembuh dari Covid-19. Hal ini merupakan kabar baik di tengah pandemi global Covid-19 yang melanda hampir di seluruh negara saat ini.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan ketika dikonfirmasi apakah PDP yang sembuh ini berasal dari Toboali, belum bisa memberi informasi.

“Nanti yaaa, kita tunggu surat resminya keluar,” kata Supriyadi, Senin (20/4/2020) sore.

Sementara Kepala Sekretariat Puskodalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa, sudah mengetahui informasi adanya kabar gembira satu PDP asal Babel yang sembuh.

“Yang sembuh dari dua kali tes swab yang dilakukan. Kita belum tahu pasien yang mana. Mungkin yang Bangka Selatan atau pasien yang asal Belitung. Kita lagi telusuri,” ujar Mikron, Senin, 20 April 2020, seperti dikutip Lensabangkabelitung.com.

Kemkominfo Mulai Kirim Notifikasi HP Legal Via SMS

Beberapa waktu lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan, pihaknya akan mengirimkan notifikasi kepada perangkat pengguna ponsel yang dinilai resmi. Saat ini notifikasi yang dimaksud sudah disebarluaskan.

Notifikasi berupa SMS itu merupakan pertanda bahwa perangkat tersebut tidak akan diblokir layanan telekomunikasinya. Sebelumnya pemerintah telah menetapkan aturan validasi nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI).

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Kominfo Ismail, mengatakan notifikasi ini dimaksudkan untuk semua HP yang terdaftar.

“Jadi, supaya tenang karena tidak terkena masalah,” ujarnya, kemarin.

Menurut notifikasi yang diterima redaksi Beritabangka.com, banyak pengguna smartphone yang menggunakan operator seluler Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat Ooredoo mendapatkan SMS yang mengatasnamakan dari Kominfo.

.
Contoh notifikasi pesan yang dikirim kepada pengguna HP legal. (Martono/Beritabangka).

 

Sementara pelanggan Telkomsel dan Indosat Ooredoo, notifikasinya langsung diterima pelanggan yang diujungnya disertai link menuju siaran pers Kominfo.

Ibnu Saleh Bersama Poktan Berkah Kecamatan Lubuk Besar Panen Melon

LUBUK BESAR, BERITABANGKA.COM – Kondisi Pandemi Covid-19 tidak membuat Kelompok Tani (Poktan) Berkah Kecamatan Lubuk Besar pasrah dan mereka berhasil membuktikan kerja kerasnya membuahkan hasil yang sangat signifikan

Keberhasilan mereka mendapatkan apresiasi dari Bupati Bangka Tengah (Bateng) H Ibnu Saleh, bersama dengan Kepala Dinas Pertanian Sajidin, Kepala Dinas Pangan Edi Romdhoni, dan perangkat Desa Lubuk Besar, bersama-sama melakukan panen Melon di Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bateng.

Saat tiba di lokasi panen Ibnu langsung mengelilingi kebun melon milik Kelompok Tani Berkah, Bupati pun kagum dengan hasil panen para petani Bateng ini, dan tak ayal Ibnu pun membeli beberapa buah melon yang langsung dipetiknya sendiri.

Menurut Ibnu Saleh bahwa masyarakat Bateng, di tengah pandemi Covid-19 masih bisa tetap produktif baik di bidang perikanan maupun pertanian, sehingga hari ini dirinya dan masyarakat Lubuk Besar bisa memanen melon.

“Tentunya ini merupakan inovasi baru bagi masyarakat Bateng dimana kondisi Pandemi Covid-19 Poktan Berkah masih bisa menghasilkan melon puluhan ton dan tentunya saya menganggap petani kita sudah menjadi petani maju,” tutur Ibnu, Selasa (21/04/2020)

Hal ini dikarenakan petani melon ini sudah terbiasa menggunakan sistem online baik untuk belajar maupun membeli bibit melon, dan ini juga merupakan langkah besar bagi pembangunan pertanian di Bateng.

Bupati Bateng H Ibnu Saleh juga mengucapkan terima kasih kepada para petani dan para penyuluh dari Dinas Pangan dan Pertanian, ia juga meminta kepada para penyuluh agar bisa membimbing para petani agar bisa menjadi lebih baik dan unggul.

“Ini menunjukkan bahwa basis ekonomi di Bateng sangat kuat, walaupun dalam kondisi yang tak menentu seperti saat ini, masyarakat kita selalu bergerak, berpikir, dan berusaha untuk menjadi lebih maju dan hebat kedepannya,” ulasnya

Ibnu juga mengatakan bahwa pendapatan petani melon ini dalam waktu tiga bulan bisa menghasilkan omzet Rp 400-600 juta per satu hektare, dan hal ini merupakan kebanggaan bagi Bateng, bisa memiliki petani yang selalu berinovasi untuk mengembangkan diri dan usaha mereka.

Ia juga berharap kedepannya para petani melon yang sudah sukses melakukan panen ini ke depan bisa menjadi penyuluh swadaya untuk mendampingi penyuluh yang saat ini sudah ada.

“Saya berharap disetiap desa memiliki penyuluh swadaya baik di bidang pertanian dan perikanan, sehingga jika sudah ada penyuluh swadaya di setiap desa tentunya para penyuluh ASN akan terbantu kinerjanya,” tukasnya. (Adv/frd)

Caption : Panen Melon bersama Bupati Bangka Tengah di Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bateng

16 Mahasiswa asal Basel Jalani Rapid Test Usai Turun di Tanjung Kalian

16 mahasiswa dan mahasiswi asal Bangka Selatan (Basel) yang kuliah di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) di Rapid Test usai merapat di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok Bangka Barat, Minggu (19/4/2020). Kabar baiknya, dalam Rapid Test itu, 16 mahasiswa dan mahasiswi itu terindikasi negatif Covid-19.

“Negatif hasil Rapid Testnya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Bangka Selatan, Supriyadi, melalui keterangan tertulis, Minggu (19/4/2020) malam.

Supriyadi juga menyampaikan, petugas di Puskesmas Kecamatan Simpang Rimba, Toboali dan Payung akan memberi laporan terkait kedatangan mahasiswa ke kampung halaman. “Pada 10 hari setelah Rapid Test ini, seluruh mahasiswa akan di Rapid Test ulang. Saat ini mereka akan terus dipantau,” ungkap Supriyadi.

Berdasarkan informasi yang beredar, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Selatan mengumumkan adanya penambahan lima pasien baru yang dipastikan terinfeksi virus corona. Dengan penambahan ini, total ada 89 kasus Covid-19 di Sumatera Selatan terhitung Minggu (19/4/2020) pukul 18.00 WIB.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumatera Selatan Nur Puwoko mengatakan, dari lima kasus konfirmasi positif baru tersebut, tiga di antaranya merupakan warga Palembang dan dua berasal dari Kota Prabumulih. Kelima kasus ini merupakan transmisi lokal.

Per Minggu 19 April 2020, Gugus Tugas Covid-19 Sumatera Selatan masih mengawasi 635 orang dalam pemantauan (OPD). Selain itu, ada 35 pasien dalam pengawasan (PDP) yang menjalani perawatan, 280 sampel swab tenggorokan yang diperiksa, dengan rincian 89 positif, 109 negatif, serta 82 orang masih dalam proses pemeriksaan.

Dampak Covid-19, TKDD Basel Alami Pengurangan Rp 103 Miliar

Transfer Keuangan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Selatan berupa Transfer Keuangan Daerah dan Desa (TKDD) mengalami pengurangan Rp 103,328 Miliar akibat tidak tercapainya penerimaan negara.

Hal ini berdasarkan PMK Nomor 35/PMK.07/2020 Tentang Pengurangan PKDD Tahun Anggaran 2020 dalam Rangka Penanganan Pandemi Covid-19 dan atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional.

Penjabat Sekretaris Daerah Basel Achmad Ansyori melalui Plt Kepala Bakuda, Riswady, mengatakan, terkait hal ini Pemkab Bangka Selatan akan melakukan penyesuaian terhadap penerimaan dan belanja daerah sesuai dengan informasi dana transfer dari pemerintah pusat.

“Kita akan melakukan penyesuaian terhadap penerimaan dan belanja daerah sesuai dengan informasi dana transfer dari pemerintah pusat,” tutur Riswady, Minggu (19/4/2020) sore.

Berikut data TKDD Tahun Anggaran 2020 yang mengalami pengurangan untuk Kabupaten Bangka Selatan:

[sdm_download id=”4980″ fancy=”0″ color=”green”]

 

IKT Salurkan Bansos Lewat Posko Kejari dan Pokja Wartawan PGK

Ikatan Karyawan Timah (IKT) PT Timah Tbk turut serta memberikan bantuan sembako untuk masyarakat yang kurang mampu yang terdampak Corona. Bantuan itu disalurkan melalui Posko Bantuan Sosial (Bansos) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pangkalpinang dan Pokja Wartawan PGK, Sabtu (18/04/20).

Penyerahan dilakukan langsung Ketua Umum IKT Fauzi Trisana. Ia didampingi Ketua Wilayah Pangkalpinang Mas Agus M Fahmi Fauzi, Wakil Ketua IKT Sungailiat Irfan Yuliandi, dan Perwakilan Pengurus Pusat Ereza Priadi.

Bantuan itu diterima langsung Ketua Pokja Wartawan PGK, Wenki, didampingi Bendahara Pokja, Budi Muridan dan Anggota Septa Surya Sandi. Bantuan tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu dan terdampak pandemi Covid-19.

Ketua Umum IKT mengatakan bantuan itu merupakan sumbangan pribadi dari Anggota IKT dan sejumlah Karyawan PT Timah Tbk. “IKT ingin berbagi. Kami menyumbang berbagai jenis produk diantaranya beberapa karung beras, minyak sayur, gula, telur, termasuk masker,” ujar Fauzi.

Selain memberikan sembako lewat Posko Bansos Kejari dan Pokja Wartawan PGK, IKT juga memberikan bantuan kepada 9 titik di Bangka Belitung, termasuk di Jakarta dan Kepulauan Riau (Kundur).

“Alhamdulillah, kami bisa bantu di 9 wilayah di Babel, diantaranya Pangkalpinang, Cambai Bangka Tengah, Toboali Bangka Selatan, Jebus dan Muntok, Belinyu dan Sungailiat Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung dan Belitung Timur juga Pulau Kundur (Kepri) maupun Jakarta,” jelasnya.

Dia berharap dengan bantuan ini dapat membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini yang sudah menjadi wabah nasional. “Semoga dengan sedikit bantuan ini nantinya dapat membantu masyarakat. Mari kita bersama-sama membantu pemerintah dalam menghadapi Covid-19,” tukasnya.

Benih Bawang Merah Agak Mahal, BPTP akan Inisiasi TSS di Bateng

Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) merupakan salah satu kawasan pertanian nasional yang telah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pertanian No. 472 / Kpts / RC.040/ 6/ 2018 tentang lokasi pertanian nasional khususnya komoditas bawang merah, cabai dan jeruk.

Komoditas Bawang Merah merupakan salah satu komoditas yang prospektif dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi di Bangka Belitung. Saat ini kebutuhan akan bawang merah untuk wilayah Bangka Belitung hampir 99% masih didatangkan dari luar daerah sehingga harganya relatif mahal antara Rp 40.000- Rp 50.000 per kilo. Dengan harga yang menjanjikan maka komoditas ini sangat diminati oleh petani di Bangka Belitung.

Namun demikian pengembangan bawang merah di daerah ini masih menghadapi kendala terutama ketersediaan benih yang masih didatangkan dari pulau jawa dengan harga benihnya cukup mahal yaitu Rp 40.000/kg. Rata-rata kebutuhan benih per hektar 1 ton atau Rp 40 juta/ha untuk biaya benihnya saja.

Terkait dengan kebutuhan benih bawang merah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Tengah Sajidin berharap agar BPTP Balitbangtan Babel dapat memfasilitasi kegiatan perbenihan bawang merah sekaligus pendampingan teknologi budidaya bawang merah di Kabupaten Bangka Tengah. Pada tahun 2020 luas pengembangan bawang merah di Bangka Tengah seluas 25 ha terdiri dari kegiatan APBN seluas 20 ha dan ABPD seluas 5 ha.

“Kendala dan permasalah pengembangan bawang merah di Kabupaten Bangka Tengah secara umum adalah tentang penyakit utama bawang merah adalah penyakit moler, fusarium dan penyakit kuning pada ujung daun serta kendala ketersediaan benih bawang merah,” kata Sajidin.

Oleh karena itu, Sajidin berharap BPTP Babel bisa melakuan pendampingan di Kabupaten Bangka Tengah. Selain itu PPL akan tetap terus mensupport dan mendampingi petani di lapangan guna meningkatkan produksi bawang merah di wilayahnya.