Dindikbud Basel Keluarkan Edaran Terbaru Soal Masa Belajar di Rumah

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) melalui Dinas Pendidikan dan Kabudayaan (Dindikbud) kembali memperpanjang pelaksanaan kebijakan masa belajar di rumah hingga batas waktu yang belum ditentukan yang sebelumnya berakhir pada 27 April 2020.

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran nomor 800/406/DINDIKBUD/2020 yang ditandatangani oleh Kepala Dindikbud Basel, Sumadi, per tanggal 22 April 2020.

Perpanjangan masa belajar dari rumah ini ditujukan untuk PAUD, SD/MI, SMP/MTs, PKBM, baik Negeri maupun Swasta yang ada di Bangka Selatan. Berikut surat edaran tersebut:

[sdm_download id=”5340″ fancy=”0″ color=”green”]

 

Presiden Minta Protokol Kesehatan Tetap Dijalankan dengan Disiplin

Presiden Joko Widodo telah mendengar pernyataan dari pejabat Department of Homeland Security dari pemerintah Amerika Serikat terkait penelitian terhadap virus korona atau Covid-19.

Dari penelitian tersebut diketahui bahwa suhu udara, sinar matahari, dan tingkat kelembapan udara, sangat memengaruhi kecepatan kematian virus Covid-19 di udara dan di permukaan yang tidak berpori.

“Semakin tinggi temperatur, semakin tinggi kelembapan, dan adanya paparan langsung sinar matahari akan semakin memperpendek masa hidup virus Covid-19 di udara dan di permukaan yang tidak berpori,” kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka, pada Jumat, 24 April 2020.

Menurut Presiden kabar tersebut merupakan berita menggembirakan bagi Indonesia yang beriklim tropis dengan suhu yang panas, udara lembap, dan kaya sinar matahari.

Meski demikian, Presiden mengingatkan agar masyarakat terus menjalankan protokol pencegahan penularan Covid-19 secara disiplin.

“Namun demikian, jangan lupa protokol pencegahan penularan Covid-19 harus terus kita jalankan dengan disiplin yang kuat. Satu, cuci tangan, selalu cuci tangan. Kedua, selalu menggunakan masker. Ketiga, jaga jarak. Keempat, tingkatkan imunitas, tingkatkan daya tahan tubuh,” tandasnya.

Sumber: presiden.go.id

Presiden Setujui Pengunduran Diri Belva dan Andi Taufan

Presiden Joko Widodo memahami keputusan pengunduran diri yang disampaikan oleh Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra dari jabatannya sebagai Staf Khusus Presiden.

“Saya memahami kenapa mereka mundur, Saudara Belva Devara dan Andi Taufan. Mereka anak-anak muda yang brilian, yang cerdas, dan memiliki reputasi serta prestasi yang sangat baik,” ujarnya dalam keterangan pada Jumat, 24 April 2020, di Istana Merdeka, Jakarta.

Keduanya merupakan bagian dari tujuh staf khusus baru dari kalangan milenial yang ditunjuk pada 21 November 2019 lalu dan memiliki sejumlah prestasi di bidangnya.

Sejak awal, Presiden Joko Widodo menginginkan adanya anak-anak muda seperti keduanya untuk berkesempatan belajar dan berperan serta dalam pemerintahan dan tata kelola.

“Sebetulnya saya ingin mereka tahu mengenai pemerintahan dan kebijakan publik,” kata Presiden.

Presiden menyebut bahwa selama menjalankan tugasnya, mereka telah banyak membantu memberikan gagasan inovasi di berbagai sistem pelayanan publik agar menjadi lebih cepat dan efektif.

“Mereka telah banyak membantu saya bersama-sama dengan staf khusus lainnya dalam membuat inovasi di berbagai sistem pelayanan publik sehingga lebih cepat dan efektif,” ucapnya.

Selain itu, Kepala Negara turut mendoakan keduanya agar dapat terus meniti kesuksesan di bidang masing-masing yang selama ini mereka geluti.

“Saya meyakini, insyallah, mereka akan sukses di bidang masing-masing. Belva di bidang pendidikan dan Andi Taufan di bidang tekfin keuangan mikro dan usaha kecil,” tandasnya.

Sumber: presiden.go.id

Kabar Gembira, Pasien Sembuh Covid-19 Tembus Angka 1.002

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat penambahan jumlah kasus sembuh per Jumat (24/4) tembus angka 1002 setelah ada penambahan sebanyak 42 orang. Sedangkan kasus meninggal menjadi 689 setelah ada penambahan sebanyak 42 orang.

Adapun Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 327, disusul Jawa Timur sebanyak 128, Jawa Barat 90, Sulawesi Selatan 81, Jawa Tengah 58, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 1.002 pasien.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

“Kalau kita perhatikan pasien sembuh, Provinsi DKI Jakarta 327 orang, Jawa Timur sebanyak 128 orang, Jawa Barat 90 orang, Sulawesi Selatan 81 orang, Jawa Tengah 58 orang dan dari semua provinsi totalnya adalah 1.002 orang,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto melalui keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (24/4).

Dari total kasus sembuh dan meninggal tersebut, ada pula penambahan untuk kasus positif sebanyak 436 orang hingga total menjadi 8.211.

Data yang dicatat tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 64.054 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 45 laboratorium. Sebanyak 50.563 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 8.211 positif dan 42.352 negatif.

Pengeroyok Dian Ditangkap Polsek Simter dan Sat Reskrim Polres Babar

Polsek Simpang Teritip dan Sat Reskrim Polres Bangka Barat berhasil menangkap empat orang pelaku pengeroyokan terhadap Iis alias Dian. Keempat pelaku tersebut adalah Muklis alias Turut (22), Lazuardi (19), Gustira (18) dan Rendi (18).

Kabag Ops Polres Bangka Barat, Martahi JH David yang didampingi Kapolsek Simpang Teritip, Iptu Martuani Manik mengatakan kejadian itu terjadi pada hari Selasa (22/04/20) sekira pukul 23.30 wib. Korban saat itu dihubungi oleh salah satu temannya, Satre yang mengajak bertemu di Dusun Rajek Berang, Kecamatan Simpang Teritip.

“Korban pergi hendak menemui Satre, sampa di Sawit ada sekelompok pemuda (para pelaku), sedang nongkrong,” kata Kabag Ops kepada awak media saat Konferensi Pers di Halaman Mako Polres Babar, Kamis (23/04/20).

Kabag Ops melanjutkan saat lewat di depan para pelaku, sang korban, Dian memainkan gas motor miliknya yang membuat sang pelaku tersinggung dengan aksi korban.

“Korban maen gas sepeda motor jadi para pelaku tersinggung. Mereka merasa kayak nantangin. Korban tidak kenal sama para tersangka ini. Kemudian dia ditanya, kenapa dimainkan gasnya? Dijawab korban, biasa lah bro,” ujar Kabag Ops.

Lalu, dijelaskan Kabag Ops, para pelaku kemudian secara tiba-tiba menyerang korban dengan menggunakan kayu dan pisau. Akibatnya, korban mengalami luka sobek di bagian kepala dan punggungnya.

“Pisaunya masih kita cari, kita masukkan dalam DPB (Daftar Pencarian Barang). Kalau pisau dihunjam ke korban di tiga titik, dua di kepala satu di punggung,” jelasnya.

Kabag Ops menambahkan setelah adanya laporan dari teman korban, pihaknya langsung bergegas mencari para pelaku. Akhirnya, pencarian petugas kepolisian membuahkan hasil, karena kurang dari waktu enam jam, pihaknya dapat menangkap para pelaku di kediamannya masing – masing di Desa Terentang, Kecamatan Kelapa.

“Perlu saya tegaskan, ini suatu keberhasilan yang luar biasa menjelang bulan puasa karena keempat tersangka ini berhasil diamankan kurang dari enam jam. Diamankan di Kelapa dirumah masing-masing. Ada tersangka lain masih ada yang diburu. Yang megang pisau DD masih diburu,” tambahnya.

Penjabat Sekda Basel Pimpin Pembagian Masker dari ASN Setda

Penjabat Sekda Bangka Selatan (Basel) bersama ASN di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) bagikan 550 masker kain secara gratis kepada warga yang melintas di Tikung Nanas Toboali, Kamis (23/04/2020).

Kepada wartawan, Penjabat Sekda Bangka Selatan Achamd Ansyori mengatakan bahwa pembagian masker kain gratis ini merupakan sumbangan dari ASN yang bertugas lingkungan di Sekretariat Daerah Bangka Selatan.

“Masker sumbangan kawan – kawan di Sekretariat Daerah sebagai bentuk kepedulian terhadap pencegahan Covid-19 karena ini merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya yang didampingi Kabag Umum Setda Basel, Deka Indra.

Ansyori menambah pembagian masker gratis ini dilakukan juga dalam rangka menyikapi Instruksi Bupati Basel yang meminta seluruh masyarakat wajib memakai masker saat keluar rumah.

“Kita berharap semoga ini dapat dilanjutkan oleh masing-masing OPD. Ini upaya kita dengan ikut memberikan andil dalam memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Bangka Selatan,” tukasnya.

Bersama Rudianto Tjen, Rina Tarol Sebar 10 Ton Beras Rias untuk Warga

Menjelang puasa Ramadhan anggota DPRD Bangka Belitung Dapil Bangka Selatan Rina Tarol memborong stok persediaan beras di desa Rias kecamatan Toboali.

“Beras-beras ini direncanakan akan dibagi-bagikan kepada masyarakat Bangka Selatan. Pembelian beras Rias ini untuk membantu warga Rias agar tidak kesulitan dalam menjual beras,” kata Rina, Kamis 23 April 2020.

Sebanyak 5 ton beras yang telah dikemas dalam paket 5 kilogram dibeli Rina Tarol. Paket per 5 kilogram ini dimaksudkan agar mudah didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan akibat terdampak virus corona di Bangka Selatan.

Sebelum itu, Rina Tarol juga telah memborong 5 ton beras dari petani Rias, Sabtu (18/4/2020) kemarin. Artinya ada 10 ton beras yang akan dibagikan ke masyarakat Bangka Selatan.

Rina menyebutkan, beras itu telah didistribusikan ke beberapa desa yaitu desa Keposang, desa Jeriji, desa Gadung, desa Rindik, dusun Pijal, Toboali Kota, Kampung Lalang kelurahan Ketapang, Kelurahan Teladan, Kampung Bukit dan Kampung Padang.

“Untuk desa-desa yang belum kebagian diharapkan dapat menunggu giliran selanjutnya mengingat jumlah beras yang dibeli masih terbatas,” sebut Rina.

Rina Tarol berharap bantuan beras ini dapat mengurangi beban masyarakat dan petani Basel yang sedang kesusahan akibat terdampak pandemi virus corona.