Disiplin 3M dan TLI, Ekonomi Bisa Tetap Produktif dan Membaik

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (PKEM) Badan Kebijakan Fiskal, Hidayat Amir, mengatakan bahwa dengan disiplin menerapkan 3M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak) dan TLI (Tes-Lacak-Isolasi) sebenarnya ekonomi tetap bisa berjalan.

Jika penanganan Covid-19 dilakukan dengan baik maka kegiatan ekonomi bisa tetap produktif dan membaik. “3M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak) tidak boleh ditinggalkan. Tes-Lacak-Isolasi (TLI) harus dikuatkan.

Dengan mengetahui TLI bisa menurunkan risiko,” katanya pada webinar Forum Koordinasi Kementerian/Lembaga bertema “Perlambatan Ekonomi: Haruskah Kita Panik?” pada Kamis, (01/10).

Semakin baik data, semakin baik orang yang TLI, semakin baik kita menjaga protokol kesehatan, kita bisa melakukan aktivitas. Kalau keduanya ini dilakukan dengan baik, maka sistem kesehatan kita akan bisa mengabsorb dengan baik,” jelasnya.

Tangkap Pelaku Politik Berbau SARA, FMPBB Adakan Sayembara

Ketua Forum Masyarakat Peduli Bangka Barat (FMPBB), Bruri Rusyadi mengatakan adanya praktik politik berbau SARA jelang Pilkada Bangka Barat 2020 membuatnya merasa prihatin. Untuk itu, kata Bruri pihaknya sedang mengumpulkan informasi serta bukti-bukti terkait hal tersebut.

Bahkan Bruri menyebutkan pihaknya telah menempatkan sejumlah orang untuk memantau serta mengawasi gerakan tersebut. Jika telah cukup bukti, FMPBB akan membawa dan melaporkannya kepada pihak berwajib.

“Kami minta semua pihak jangan mau diadu domba dengan hal yang bisa memecah belah kita. Kami minta ayo sama-sama kita jaga dan awasi, bila perlu kalau ada buktinya kita laporkan bersama-sama,” cetus Bruri, Kamis (1/10/20)

Lebih jauh dikatakan Bruri, pihaknya menggelar sayembara berhadiah bagi masyarakat yang berhasil menangkap pelaku penyebaran isu SARA di masa Pilkada ini.

“Kami menyediakan hadiah uang jutaan rupiah baik secara pribadi maupun kelompok yang bisa menangkap pelaku penyebar isu SARA dan membawanya ke pihak kepolisian ataupun pengawas,” tandasnya.

Alasan FMPBB menggelar sayembara tersebut kata Bruri sebagai bentuk penolakan serta komitmen menjaga kerukunan dan toleransi umat beragama di Bumi Sejiran Setason dari gerakan berbau SARA.

“Inilah komitmen kami supaya daerah ini aman dan damai. Makanya kami ajak semua masyarakat pihak terkait sama – sama mengawal pesta demokrasi ini tanpa menggunakan cara cara yang berbau SARA,” pungkasnya.

FMPBB Cium Politik Berbau SARA, Bruri Khawatir Picu Perpecahan

Ketua Forum Masyarakat Peduli Bangka Barat (FMPBB), Bruri Rusyadi, mengatakan pihaknya mencium aroma politik berbau Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA) yang dilakukan sejumlah oknum tertentu pada masa kampanye Pilkada serentak 2020.

Bruri merasa prihatin dan meminta pihak terkait agar menindaklanjuti laporan yang mereka terima dari beberapa daerah di Bangka Barat. Dia khawatir praktik politik berbau SARA dapat memicu perpecahan.

“Belakangan ini kami menerima laporan dari masyarakat kalau ada gerakan bernuansa SARA. Jangan sampai isu berkembang.

Kami minta pihak-pihak terkait, baik pihak kepolisian, Bawaslu untuk mengawasi informasi yang kami terima ini. Karena kalau dibiarkan kami khawatir bisa menimbulkan perpecahan,” kata Bruri, Kamis(1/10/20).

Selanjutnya Bruri dengan tegas mengecam praktik politik bernuansa SARA tersebut. Apalagi sejak dahulu masyarakat Bangka Barat dikenal hidup rukun dan damai saling berdampingan.

Pekerja Bangunan di Permis asal Cirebon Terkonfirmasi Positif Covid-19

Seorang pekerja bangunan dengan indentitas KTP berinisial S berumur 56 tahun asal Cirebon dan jenis kelamin laki-laki terkonfirmasi positif covid-19 berdasarkan hasil Swab PCR.

Hal ini dinyatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Pemkab Bangka Selatan, Supriyadi, kepada awak media melalui keterangan tertulis, Kamis (1/10).

“Izin melaporkan hasil Swab PCR positif hari ini tanggal 1 Oktober 2020 Kabupaten Bangka Selatan atas nama initial S umur 56 tahun dengan daerah asal KTP Cirebon dan berjenis kelamin laki-laki,” kata Supriyadi.

Menurut Supriyadi, S bekerja di Desa Permis Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan. Saat ini S telah dikarantina di Wisma Karantina Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sejak 29 September 2020.

“Berdasarkan kategori, ini merupakan transmisi lokal. Pada tanggal 29 September 2020, S akan melakukan perjalanan pulang ke Cirebon dan melakukan Rapid Test di Rumah Sakit DKT dengan hasil reaktif dan kemudian dilakukan Swab dengan hasil terkonfirmasi positif pada 1 Oktober 2020 dan telah dikarantina,” tambah Supriyadi.

Kata Supriyadi, pasien S tidak mengeluhkan dan tidak ada gejala. Saat ini tim DKPPKB Bangka Selatan bersama Tim TGC PKM Simpang Rimba akan segera melakukan tracing kontak erat kasus. Sementara ini telah ditemukan 6 orang yang kontak erat dengan S.