Sempat Tak Makan Akhirnya Marjuno Terima Bantuan dari Para Dermawan

Uluran bantuan mulai berdatangan semenjak mendengar pemberitaan Bapak Marjuno (50) yang tinggal di sebuah gubuk di bawah kaki bukit Marbaung Kabupaten Bangka Tengah.

Dalam pemberitaan sebelumnya dan sempat beredar di Whatsapp (WA), bapak paru baya ini sempat tidak makan kurang lebih selama tiga hari.

Mendengar kabar tersebut, tak sedikit orang yang merasa iba hati dan berniat untuk membantu kebutuhan baik secara moral maupun material.

Seperti halnya yang dilakukan oleh salah satu perempuan berjilbab hitam dan berbaju merah ini. Ia bersama temannya rela bergegas untuk membantu kebutuhan Bapak Marjuno (50) walaupun medan yang dilalui cukup sulit untuk dilewati.

“Saat saya mendengar pemberitaan bapak Marjuno (50) sontak rasanya diri saya terpanggil untuk membantu,” ungkap perempuan ini yang tidak mau disebutkan namanya, Selasa (28/04/20).

Menurutnya, orang-orang seperti bapak Marjuno ini yang wajib dibantu. Apalagi saat ini seluruh warga masyarakat sedang menghadapi musibah wabah Corona.

“Ini merupakan waktu yang tepat untuk membantu sesama,” sebutnya.

Kemudian dikatakannya, bantuan-bantuan ini juga ada yang datang dari para dermawan salah satunya pengusaha yang berjualan di pasar Pangkalpinang.

Polres Basel Buka Kembali Layanan SIM, SKCK & Sidik Jari

Layanan perpanjangan dan penerbitan SIM (Surat Izin Mengemudi), SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dan Penerbitan Kartu Rumus Sidik jari di Polres Bangka Selatan (Basel) kembali dibuka dan beroprasi pada Senin (27/04).

Layanan ini sebelumnya sempat terhenti beberapa minggu lantaran ada penyebaran virus Covid-19 di Bangka Selatan. Namun saat ini Kabupaten Bangka Selatan telah kembali ke Zona Hijau Covid-19.

Dibukanya kembali layanan ini karena banyaknya permintaan masyarakat untuk perpanjangan dan pengajuan SIM, SKCK dan Sidik Jari.

Selain alasan itu, alasan perkembangan situasi terkini di masa pandemi corona di kabupaten Bangka Selatan sudah agak membaik ikut menjadi pertimbangan.

Kapolres Bangka Selatan, AKBP S Ferdinand Suwarji dalam keterangannya membenarkan hal ini.

Manajemen dan Distribusi Bahan Pokok Tidak Boleh Terganggu

Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan jajarannya untuk melakukan perhitungan cermat dalam rangka memenuhi ketersediaan bahan pokok setiap daerah di tengah pandemi Covid-19 dan ibadah puasa Ramadan. Selain itu, diperlukan manajemen distribusi pasokan dan pengelolaan beras serta antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kemarau panjang pada tahun ini.

Demikian disampaikan oleh Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai tindak lanjut antisipasi kebutuhan bahan pokok yang digelar melalui telekonferensi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 28 April 2020.

“Saya ingin agar dilakukan hitungan yang cepat terhadap kebutuhan bahan pokok setiap daerah, setiap provinsi, agar dihitung mana provinsi yang surplus, mana provinsi yang defisit, dan berapa produksinya. Semuanya harus kita hitung,” ujarnya.

Laporan terbaru yang diterima oleh Presiden menyebut bahwa sejumlah komoditas diprediksi masih mengalami defisit di sejumlah provinsi. Di antaranya beras yang diperkirakan defisit di 7 provinsi, jagung di 11 provinsi, bawang merah di 1 provinsi, dan telur ayam di 22 provinsi.

“Stok untuk minyak goreng diperkirakan cukup untuk 34 provinsi, tetapi untuk stok gula pasir diperkirakan defisit di 30 provinsi dan stok bawang putih diperkirakan defisit di 31 provinsi,” imbuhnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, distribusi pasokan bahan pokok antarwilayah merupakan salah satu hal krusial yang harus diperhatikan. Dengan manajemen distribusi yang baik dan tidak terganggu, daerah-daerah yang memiliki surplus terhadap komoditas tertentu dapat mendistribusikan komoditas tersebut ke daerah-daerah sekitar yang membutuhkannya.

Molen: Kejadian Ini Jangan Sampai Terjadi

Perbuatan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan UMKM (Disperindag) Kota Pangkalpinang tidak patut ditiru.

Pasalnya ASN yang diketahui bernama KUS tega melakukan penganiayaan dan pemukulan terhadap atasannya lantaran tidak ingin di mutasi dari tempat kerjanya.

Berdasarkan informasi yang didapat kejadian tersebut terjadi pada Selasa (28/04/20) kemarin, pelaku melakukan penganiayaan terhadap Sekretaris dan Kabag TU.

Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) saat dijumpai dikediaman dinasnya mengatakan dirinya sudah mengetahui prihal hal tersebut kemarin namun dia belum melakukan cros chek dilapangan.

“Ya memang benar ada seorang ASN yang bertugas di Pemkot Pangkalpinang melakukan perbuatan tersebut ,” kata Molen, Rabu (29/04/20).

Menurut Molen, seharusnya kejadian seperti ini jangan sampai terjadi apalagi saat ini kita sedang melaksanakan ibadah puasa.

“Kejadian ini kurang baik dilakukan terlepas dia itu ASN ataupun bukan ASN.Dan saya rasa perbuatan ini harus dihindari,” sebutnya.

Diakauinya, jikapun dari pihak korban ada yang mau melaporkan ke pihak berwajib diluar birokrasi itu sah-sah saja.

“Itu sah-sah saja karena laporan ini antar individu bukan lagi rana pemerintahan,” jelasnya.

Terkait Pemkot sendiri menurutnya pihaknya sendiri akan melakukan teguran secara lisan dan pemanggilan terhadap ASN itu.

“Dan jika jelas dan benar-benar melanggar nanti kita lihat saja seperti apa nanti proses selanjutnya,” demikian kata Molen.

Dua Juru Mudi Speed Lidah Mengaku Terpaksa Seberangkan Penumpang

Setelah diamankan Satpolair Polres Bangka Barat, dua orang juru mudi kapal speed lidah yang membawa penumpang dari pelabuhan Sungsang Sumatera Selatan menuju pelabuhan Muntok Bangka Barat, mengaku terpaksa.

Dikatakan Darmawan (56) warga Sungsang kecamatan Banyuasin, dirinya merasa terpaksa menyeberangkan penumpang karena merasa kasihan karena penumpang yang ia bawa ingin melihat keluarga yang sedang sakit.

“Ibu itu minta bantu mau lihat ornag tua di Bangka. Satu keluarga orang enam itu. Kita juga kasihan kan, dia mau lihat orang tuanya sakit,” jelas Darmawan kepada awak media saat konferensi pers, Selasa (28/4/20).

Disamping itu, hampir senada juga disampaikan Jhon Jeni (46) yang juga merupakan warga Sungsang. Jhon mengatakan awalnya menolak permintaan penumpang, namun lama-kelamaan merasa kasihan.

“Saya bawa penumpang ngakunya mahasiswa, orang empat. Minta tolong benar mereka, sudah tiga empat kali dia minta tolong, mau tidak mau (diseberangkan),” tuturnya.

Kedua juru mudi ini diamankan di perairan Karang Aji Kecamatan Muntok kabupaten Bangka Barat, Minggu (26/4/20) oleh Satpolair Polres Babar.

Keduanya juga mengaku baru pertama kali menyeberangkan penumpang ke Muntok, sebelumnya mereka hanya menjaring ikan di perairan Muntok.

Nekat Bawa Penumpang, Dua Speed Lidah Ditahan Polisi

Darmawan (56) dan Jhon Jeni (46) keduanya warga Desa Sungsang Kecamatan Banyuasin Sumatera Selatan, ditahan Satpolair Polres Bangka Barat, karena kedapatan membawa penumpang saat pandemi covid-19 sedang melanda.

Disampaikan Kapolres Bangka Barat AKBP Muhammad Adenan, dua orang juru mudi Speed lidah ini diamankan anggota Satpolair di perairan Karang Aji Kecamatan Muntok ketika sedang melakukan patroli rutin, Minggu (26/4/20).

“Dua kapal yang kita amankan, satu enam penumpang dan satunya empat penumpang,” jelas Kapolres, Selasa (28/4/20) saat konferensi pers di Markas Polairud Polres Bangka Barat.

Dijelaskan Kapolres, dua kapal Speed ini membawa penumpang dari Sungsang Sumatera Selatan dan akan berlabuh di pelabuhan ikan kecamatan Muntok, dengan tarif sekali angkut Rp 1,5 juta.

“Penumpang kita serahkan ke gugus tugas covid, kita bagian kapalnya ini, supaya tidak membawa lagi,” kata Kapolres.

Selain menahan kedua juru mudi, Polisi juga menahan barang bukti berupa dua Unit kapal Speed Lidah, dua unit mesin tempel merk Yamaha 40 PK dan uang tunai Rp 1,9 juta, serta satu jerigen bahan bakar 30 liter.

Polres Bangka Barat juga akan bekerjasama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk penindakan, meskipun sudah dijerat dengan pasal 287 UU RI No 17 tahun 2008 tentang pelayanan.

“Untuk penindakan nanti kita akan kerjasama dengan KSOP terkait ijin pelayanannya karena bawa penumpang kan harus ada ijin usahanya,” jelas Kapolres.

Gugus Tugas Pemkot PGK Bagikan 20 Ribu Masker dan Hand Sanitizer

Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Pemkot Pangkalpinang kembali membagikan 20 ribu masker dan hand sanitizer kepada masyarakat Kota Pangkalpinang, Senin (27/04/20).

Bantuan hand sanitizer dan masker akan diserahkan kepada RT melalui Kelurahan maupun Kecamatan di Kota Pangkalpinang.

“Untuk satu RT mendapatkan 50 botol hand sanitizer dengan ukuran 100 mililiter dan 50 lembar masker kain,” kata Wakil Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Pemkot Pangkalpinang, dr Hakim.

Selanjutnya kata dr Hakim untuk katagori penerima masker maupun hand sanitizer merupakan masyarakat yang kurang mampu dan masyarakat yang bekerja ataupun yang beraktivas di luar rumah.

“Itu yang berhak menerima, pertama masyarakat kurang mampu dan masyarakat yang beraktivitas bekerja di luar rumah,” jelasnya.

Kemudian kata dr Hakim untuk masker yang dibagikan kali ini merupakan hasil dari prakarya anak-anak sekolah di wilayah Kota Pangkalpinang.

“Dari hasil prakarya anak-anak SD sampai dengan SMP itu menghasilkan 20 ribu lembar masker kain. Dan semuanya itu kita berikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Melalui anggaran dari Dinkes ini dia berharap apa yang diberikan kali ini untuk masyarakat benar-benar bisa bermanfaat dalam pencegahan penyebaran virus Corona ataupun Covid-19 di wilayah Kota Pangkalpinang.

“Kita harap ini bisa memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid-19 di lingkungan masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu Koordinator Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Pemkot Pangkalpinang, Radmida Dawam menambahkan, untuk bantuan tersebut tentunya harus tersampaikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Ini merupakan salah satu antisipasi dari pemerintah untuk masyarakat dalam pencegahan penyebaran covid-19,” sebutnya.

Ia juga menyebutkan untuk saat ini pemerintah khususnya Pemkot Pangkalpinang sudah melakukan berbagai upaya dalam pencegahan Covid-19 di Kota Pangkalpinang.

“Kita harapkan bersama mudah-mudahan Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung umumnya segera cepat berlalu,” imbuhnya.