Bocah Umur 6 Tahun di Desa Gadung Meninggal Dunia akibat DBD

Seorang bocah perempuan di Desa Gadung Kecamatan Toboali berusia 6 tahun meninggal dunia akibat sakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Kamis (25/6).

Hal ini dinyatakan oleh Kepala Desa Gadung Achmad Basahir. Ia menyebut, sebelum meninggal dunia, bocah itu sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangka Selatan.

Dikatakan Basahir, meskipun urusan meninggal adalah takdir Allah SWT, namun penyebab bocah perempuan itu yang meninggal dunia lantaran DBD sangat ia sesalkan.

Menurut keterangan Basahir, meski Tim Juru Pemantau Jentik (Jumantik) nyamuk Aedes Aegypti desa Gadung telah bekerja maksimal, namun masih saja terjadi kebobolan.

“Upaya pencegahan harus dimaksimalkan lagi agar ke depannya tidak ada lagi masyarakat Desa Gadung yang meninggal dunia akibat DBD,” sebut Basahir.

Sementara penyebab bocah perempuan itu meninggal dunia lantaran DBD diperkuat oleh keterangan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa.

Pada Kamis (25/6) sore, dr. Agus Pranawa membenarkan bahwa bocah perempuan itu meninggal dunia lantaran penyakit DBD.

Residivis Narkoba Kembali Ditangkap Tim Hanoman

Tim Hanoman Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Barat mengamankan penyalahgunaan narkoba di sebuah kontrakan Kampung Keranggan Atas Kelurahan Keranggan Kecamatan Muntok, Rabu (24/6/20) malam.

Dikatakan Kasat Narkoba Polres Bangka Barat, IPTU Umar Dani, pelaku yang diamankan berinisial SU (38) warga kelurahan Tanjung kecamatan Muntok.

“Pelaku merupakan residivis perkara Narkotika tahun 2013, keluar dari lapas khusus Narkotika selindung tahun 2018,” ungkap Kasat, Kamis (25/6/20).

Sedangkan penangkapan bermula dari laporan masyarakat bahwa adanya peredaran dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Kontrakan, kemudian Tim Hanoman melakukan penyelidikan.

“Kemudian setelah dilakukan penggeledahan, didapati satu bungkus plastik bening yang diduga berisikan narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 0,16 gram,” terangnya.

Selain menangkap pelaku, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu bungkus plastik bening yang diduga berisikan sabu-sabu, satu unit HP merk Nokia warna biru, kotak rokok warna kuning, satu korek api, uang sebesar Rp. 955.000 dan satu unit motor merk Honda beat pop warna putih.

Bukit Gelase Asri 22 Dijadikan Sebagai Kampung Tegep Mandiri

Dalam rangka pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19, Polres Pangkalpinang melalui programnya mensosialisasikan Kampung Tegep Mandiri pada setiap Polsek di wilayah hukumnya.

Salah satu contoh lokasi yang sudah dijadikan sebagai Kampung Tegep Mandiri itu adalah Perumahan Bukit Gelase Asri Kelurahan Dul RT 22 Kecamatan Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung.

Program Kampung Tegep Mandiri bertujuan untuk mempercepat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah tersebut sekaligus sebagai kampung mandiri dalam meningkatkan swasembada pangan ditengah pandemi Covid-19.

“Di sini apabila ada warga lain ingin berkunjung harus menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran dari Dinas Kesehatan,” kata Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Jadiman Sihotang, Rabu (24/06/20).

Ia mengatakan, siapapun yang masuk Kampung Tegep Mandiri harus dicek terlebih dulu dan wajib menggunakan masker.

New Normal Jadi Momentum Pemerintah Terapkan Digital Living

Penggunaan beragam platform berbasis IT selama masa pandemi menjadi hal yang lumrah dilakukan, baik oleh pihak swasta maupun pemerintah. Sejak memasuki era disrupsi, hampir semua pihak tak lagi bisa melakukan kebiasaan lama dalam bekerja.

Perlahan tapi pasti, pemerintah pun didorong untuk melakukan percepatan dalam penerapan teknologi digital dalam melaksanakan tugas kedinasannya.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Rhenald Kasali memandang pandemi sebagai proses disrupsi digital yang dipercepat. Keberadaan dan perkembangan teknologi, nyatanya telah mendorong lahirnya cara-cara baru dalam melakukan pekerjaan sehari-hari, termasuk dalam cara birokrasi bekerja.

“Ini adalah pendekatan digital living. Serba digital, tidak harus tatap muka. Karena itu saya mengajak teman-teman di jajaran birokrasi pemerintahan untuk mendukung agar kita hidup di dunia yang offline dan online,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam acara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Mendengar yang digelar secara daring, Senin (22/06).

Dicontohkan, penerapan offline dan online ini dapat dilakukan pada sistem kerja aparatur sipil negara (ASN). Mendukung konsep flexible work arrangement (FWA), bekerja lima hari tidak hanya di kantor, kini bisa dilakukan juga di rumah. Hal tersebut dinilai dapat membantu pelaksanaan aktivitas sehari-hari dalam memasuki tatanan normal baru saat ini.

Masa Pandemi, Ekspor Karet Babel ke Empat Negara Tetap Stabil

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Pangkalpinang menyebutkan ekspor karet alam asal Provinsi Bangka Belitung sepanjang Januari sampai dengan Juni 2020 ini tetap stabil baik jumlah dan frekwensi pengirimannya ke empat negara yakni Australia, Cina, Vietnam, dan Montenegro.

Dari data sistem perkarantinaan IQFAST di wilayah kerja Karantina Pertanian Pangkalpinang mencatat fasilitasi ekspor komoditas asal sub sektor perkebunan ini sebanyak 8.000 ton karet alam di masa pandemi. Jumlah yang hampir sama pada bulan Januari hingga Juni tahun 2019 sebanyak 8.605 ton.

“Tidak ada pengurangan permintaan ekspor untuk komoditas ini walaupun banyak pembatasan, tetap dibutuhkan,” kata Kepala Karantina Pertanian Pangkalpinang, Saifuddin Zuhri saat melakukan monitoring tindakan karantina terhadap 80,6 ton karet alam milik PT BRI di Pangkalpinang, Selasa (23/06/20).

Menurut Zuhri, komoditas dengan nilai ekonomi sebesar Rp 1,3 milyar itu siap diberangkatkan ke Australia setelah melalui serangkaian tindakan karantina yang dilakukan pihaknya. Ia memastikan karet alam unggulan ekspor Babel telah bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) sesuai dengan persyaratan teknis negara tujuan ekspor.

Hilirasasi Produk Pertanian

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil, secara terpisah menyebutkan bahwa sejalan dengan Gratieks – gerakan tigakali lipat ekspor -yang digagas oleh Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red), pihaknya selaku fasilitator pertanian di perdagangan internasional melakukan sinergisitas dengan berbagai pihak.

Fokus Gubernur untuk Kembalikan Kejayaan Lada di Babel

Sebagai komoditas unggulan Bangka Belitung (Babel), Gubernur Babel Erzaldi Rosman akan terus berupaya mendukung semaksimal mungkin untuk mengembalikan kejayaan lada di Bangka Belitung.

Dukungan terus diberikan melalui berbagai program antara lain bantuan benih, pupuk, pestisida dan lainnya, baik bersumber dari dana APBN maupun APBD.

Pada Senin (22/06/20), Erzaldi kembali menyerahkan bantuan benih lada, pupuk organik dan trichoderma kepada petani di Bangka Selatan sebagai salah satu sentra kawasan lada di Babel.

Sebanyak 140.800 benih lada beserta pupuk organik dan trichoderma diberikan secara simbolis kepada tiga desa antara lain Desa Paku dan Pangkal Buluh kecamatan Payung dan Sebagin kecamatan Simpang Rimba.

Penyerahan benih lada di Desa Pangkal Buluh, Kecamatan Payung.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Babel, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Babel, Kepala BPTP Babel, Kepala UPTD lingkup Dinas Pertanian, Camat Payung dan Camat Simpang Rimba, Kapolsek Payung dan Kapolsek Simpang Rimba, Penyuluh Pertanian, dan Kelompok Tani.

Penyerahan benih lada di Desa Sebagin, Kecamatan Simpang Rimba.

Gubernur Erzaldi Rosman dalam arahannya meminta kepada petani untuk memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya serta memperhatikan petunjuk teknis aturan tanam, penggunaan pupuk, penggunaan tajar hidup, panen dan pascapanen dengan selalu berkoordinasi dengan penyuluh lapangan.

Aparatur Negara Wajib Miliki Kompetensi Kepemimpinan Digital

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan memasuki era digital terdapat pergeseran kompetensi yang dibutuhkan aparatur negara. Sebelumnya dibutuhkan kompetensi digital, bergeser menjadi kompetensi kepemimpinan digital.

Kompetensi digital adalah kompetensi terkait teknologi, produk, dan pelayanan digital sedangkan kompetensi kepemimpinan digital terkait dengan kompetensi terkait kepemimpinan atau manajerial dan budaya digital.

Menurutnya, perkembangan zaman yang cepat menuntut seorang ASN tidak hanya membutuhkan kompetensi manajerial, melainkan juga budaya digital atau pemanfaatan dan penggunaan teknlogi digital, yang terus diimplementasikan dalam pekerjaan. Pada kondisi pandemi Covid-19, penggunaan teknologi dan fasilitas digital sangat diperlukan karena sebagian besar pekerjaan dilakukan dengan remote system, yakni bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

“Jika tidak membiasakan diri dengan penggunaan teknologi dan meng-update diri terhadap perkembangan teknologi, tentu akan semakin tertinggal,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam kegiatan Kuliah Kerja Profesi peserta program pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-29 T.A. 2020 secara virtual, Jumat (19/06).