Pernyataan Nyeleneh Bupati Riza Herdavid pada malam Kemilau Pesona bikin Penonton Terbahak

Bangka Belitung BMKG Prediksi Hujan Ringan Beberapa Wilayah

BERITABANGKA.COM — Malam penutupan Kemilau Pesona 2025 di GOR Pemkab Bangka Selatan, Jumat (24/10/2025), berlangsung meriah sekaligus penuh kejutan.

Ribuan warga yang memadati arena konser bukan hanya disuguhkan musik spektakuler, tapi juga momen tak terduga dari Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, yang melontarkan pernyataan nyeleneh namun mengundang tawa dan tepuk tangan penonton.

Pada pembukaan itu, Bupati Riza tampil santai dan berbaur dengan masyarakat.

Namun di tengah acara penutupan Kemilau Pesona 2025, suasana mendadak riuh ketika ia mengatakan dengan logat khas Bangka Selatan.

Orang nek bejik bejiklah (mau marah), yang penting masyarakat ku ingen (suka), dan kalau memang bejik laut batas e!”

Kalimat spontan itu sontak disambut gelak tawa ribuan penonton.

Banyak warga yang menganggap ucapan tersebut mencerminkan karakter asli Riza Herdavid yang blak-blakan, merakyat, dan penuh humor.

Bahkan, sejumlah pengunjung menyebut pernyataan itu menjadi “quote of the night” pada acara penutupan festival tahunan tersebut.

Meski bernada santai, pernyataan itu juga dinilai sarat makna.

Riza seolah ingin menegaskan bahwa tujuan utama pemerintah adalah membuat masyarakat senang dan sejahtera, meskipun tak semua pihak akan selalu sependapat dengan langkah yang diambil.

“Pak Riza itu memang begitu orangnya, apa adanya. Tapi kalau sudah bicara soal rakyat, beliau serius. Tadi malam itu lucu tapi juga ngena,” ujar salah satu warga Toboali yang hadir di acara tersebut.

Penutupan Kemilau Pesona 2025 sendiri menandai berakhirnya rangkaian kegiatan budaya dan hiburan yang digelar oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Bangka Selatan.

Acara tersebut sukses menarik lebih dari 35 ribu penonton dan menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat terhadap hiburan rakyat yang juga menggerakkan ekonomi lokal.

Dengan gaya khasnya, Riza Herdavid kembali menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pemimpin, tetapi juga sosok yang mendekatkan diri dengan masyarakat melalui kejujuran dan candaan lokal.

Tak heran, momen nyeleneh itu kini menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan warga Bangka Selatan. (*)

Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis Jamal Abdul Naser, Dua Pelaku Masih Buron

BERITABANGKA.COM – Kepolisian Resor Bangka Barat akhirnya berhasil mengungkap misteri kasus pembunuhan sadis terhadap Jamal Abdul Naser (65), warga Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, yang sempat menghebohkan masyarakat setempat.

Konferensi pers pengungkapan kasus tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, di Mapolres Bangka Barat, Jumat (17/10/2025) sore. Dalam kesempatan itu, polisi menghadirkan satu tersangka perempuan, sementara dua pelaku lainnya masih buron dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Menurut penjelasan Kapolres, tersangka perempuan yang berhasil diamankan berinisial Lidia alias Ulik (35). Ia berperan sebagai pengawas situasi di sekitar lokasi kejadian yang berada di kawasan Kampung Kebun Nanas, Kelurahan Sungai Daeng, Mentok.

Sementara dua tersangka lain, Tri Martin (TM) dan Sandra (SR), diketahui berperan langsung dalam eksekusi korban. Ketiganya memiliki hubungan dekat dengan korban sebelum akhirnya timbul niat jahat untuk menguasai harta bendanya.

“Dari hasil penyelidikan Satreskrim Polres Bangka Barat, kami menemukan fakta bahwa korban dibunuh secara keji di dalam kamar kontrakan, lalu jasadnya dibuang ke semak belukar di wilayah Banyuasin, Sumatera Selatan,” ungkap AKBP Pradana di hadapan awak media.

Perwira dua melati emas itu menjelaskan, modus pembunuhan dilakukan dengan cara tersangka perempuan mengajak korban datang ke kontrakan dengan alasan tertentu. Begitu korban masuk ke dalam kamar, dua tersangka pria langsung mencekik korban menggunakan kabel charger dan menusuknya dengan pisau. Setelah memastikan korban tewas, mereka membawa jasad korban dan membuangnya ke wilayah Sumatera Selatan untuk menghilangkan jejak.

“Motif pembunuhan ini adalah perebutan harta benda milik korban. Antara korban dan pelaku sudah saling mengenal cukup lama, bahkan pernah berlibur bersama,” jelasnya.

Hingga kini, polisi baru berhasil mengamankan satu tersangka, sedangkan dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

“Kami sudah tetapkan dua pelaku pria sebagai DPO. Tim gabungan Polres Bangka Barat dan Polda Babel terus melakukan pengejaran lintas provinsi untuk menangkap mereka,” tegas Kapolres.

Dalam kesempatan itu, AKBP Pradana juga memberikan apresiasi kepada tim penyidik yang berhasil mengurai kasus kompleks ini setelah hampir satu tahun penyelidikan.

“Kasus ini cukup sulit karena melibatkan beberapa wilayah dan upaya penghilangan jejak. Namun kerja keras anggota membuahkan hasil,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen menuntaskan kasus ini hingga seluruh pelaku tertangkap.

“Tidak ada tempat bersembunyi bagi pelaku kejahatan. Kami akan terus mengejar hingga mereka tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkas AKBP Pradana Aditya Nugraha. (*)

DPRD Babel dan Basel Sambangi Kementan

BERITABANGKA.COM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendesak Kementerian Pertanian segera menangani persoalan irigasi yang menurunkan produktivitas sawah di Kabupaten Bangka Selatan. Langkah ini diambil setelah para petani di sejumlah desa mengeluhkan semakin berkurangnya debit air yang mengancam keberlangsungan panen.

Ketua DPRD Babel, Didit Sri Gusjaya, menegaskan bahwa pihaknya sengaja datang langsung ke pemerintah pusat untuk memastikan aspirasi petani tidak berhenti di meja birokrasi.

“Kami datang langsung ke pusat untuk memastikan aspirasi petani benar-benar sampai dan mendapat tindak lanjut konkret. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut kehidupan petani dan ketahanan pangan daerah,” kata Didit, Senin (10/10/2025).

Menurutnya, krisis irigasi yang terjadi di Desa Pergam, Serdang, Rias, dan Fajar Indah telah menyebabkan penurunan signifikan pada hasil panen padi. Masalah ini diperparah oleh rusaknya daerah resapan air serta maraknya aktivitas perambahan di sekitar sumber irigasi.

Didit menegaskan, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan penanganan lintas sektor antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten, terutama terkait rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah masuk kategori mendesak.

“Pemerintah daerah sudah berupaya, kini kami meminta Pemerintah Pusat ikut memberi perhatian serius dengan turun langsung ke lapangan,” ujarnya.

DPRD Babel, kata Didit, berkomitmen mengawal hasil konsultasi dengan Kementan hingga ada keputusan konkret yang berpihak pada petani.

“Kami berdiri bersama petani sebagai wujud tanggung jawab moral dan politik dalam menjaga ketahanan pangan di Babel,” katanya.

Dalam pertemuan dengan Kementan, rombongan DPRD Babel juga menyerahkan data lapangan dan hasil kajian teknis dari Dinas Pertanian yang memuat kebutuhan rehabilitasi irigasi serta perlindungan daerah tangkapan air.

Selain permasalahan irigasi, DPRD turut menyoroti pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dari perusahaan perkebunan yang dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.

Langkah DPRD Babel ini diharapkan mempercepat penanganan krisis air dan mendukung keberlanjutan produksi pangan di Bangka Selatan. (*)

BNN dan Pramuka Bersinergi Cegah Narkoba di Bangka Belitung, Wabup Basel: Ini Tanggung Jawab Bersama!

BERITABANGKA.COM — Upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus diperkuat. Kamis (9/10/2025) pagi, digelar penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) antara BNNP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati Bangka Selatan ini juga diikuti oleh penandatanganan kerja sama antara BNNK se-Provinsi Bangka Belitung dengan Kwarcab Pramuka di masing-masing kabupaten/kota.

Sinergi Lintas Sektor untuk Selamatkan Generasi Muda

Wakil Bupati Bangka Selatan, Hj. Debby Vita Dewi, S.E., M.M., yang hadir dan memberikan sambutan menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.

“Pramuka adalah wadah pembinaan karakter generasi muda. Dengan kerja sama ini, diharapkan para anggota Pramuka dapat menjadi pelopor dalam menyebarkan semangat antinarkoba di lingkungan masing-masing,” ujar Wabup Debby.

Menurutnya, kolaborasi antara BNN dan Gerakan Pramuka merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga masa depan generasi bangsa.

Apresiasi untuk BNNP dan BNNK se-Babel

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Debby juga memberikan apresiasi atas langkah BNNP dan seluruh BNNK di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terus berinovasi dan menggandeng berbagai pihak, termasuk organisasi kepemudaan, untuk memperkuat pelaksanaan program P4GN di seluruh daerah.

“Perang terhadap narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tapi juga tanggung jawab kita semua. Bila kita diam, dampaknya akan sangat besar. Maka harus dimulai dari diri sendiri dan dari sekarang,” tegasnya.

Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045

Lebih lanjut, Wabup Debby menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan generasi muda yang sehat, produktif, dan berkarakter menuju visi Indonesia Emas 2045.

Ia menilai langkah menggandeng Kwarcab Gerakan Pramuka Bangka Selatan di bawah kepemimpinan Hj. Elizia Riza Herdavid merupakan langkah strategis untuk memperkuat gerakan moral di kalangan pemuda.

“Saya rasa sudah tepat menggandeng Kwarcab di bawah kepemimpinan Ibu Hj. Elizia Riza Herdavid. Mudah-mudahan kolaborasi ini memberikan kontribusi besar dalam mendukung visi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Wabup Debby menyampaikan harapan agar kerja sama antara BNN dan Pramuka ini bisa berjalan berkelanjutan.

“Semoga program PKS ini berjalan lancar dan anak cucu kita menjadi generasi yang sehat serta berkembang. Asak kawa, kite pacak wujudkan Basel bebas narkoba,” pungkasnya. (*)

Legislator DPRD Bangka Selatan sebut PT BAP Tidak Cemari Sungai Kelubi

BERITABANGKA.COM – Isu dugaan pencemaran limbah yang dikaitkan dengan aktivitas PT BAP di Desa Bedengung, Kecamatan Payung, mendapat tanggapan langsung dari anggota DPRD Bangka Selatan, Marcellio. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat, khususnya terkait dugaan pencemaran sungai Kelubi, belum terbukti kebenarannya.

Menurut legislator dari Fraksi Perindo tersebut, PT BAP telah memenuhi ketentuan pengelolaan lingkungan dan memiliki dokumen resmi terkait kajian serta standar teknis pengolahan limbah. Ia menyebut jarak antara lokasi perusahaan dengan aliran sungai yang dimaksud sangat jauh, sehingga kecil kemungkinan adanya aliran limbah yang langsung mencemari sumber air warga.

“Kami hanya meluruskan isu yang berkembang. Ada video beredar bahwa air sungai Kelubi tercemar, namun sejauh ini belum dapat diidentifikasi asal limbahnya. Masyarakat menduga dari pabrik, maka kami turun langsung melakukan pengecekan,” jelas Marcellio kepada InfobangkaID Pikiran Rakyat usai rapat di Gedung Mahligai DPRD Bangka Selatan, Jumat (12/9/2025).

Hasil Klarifikasi Lapangan

Marcellio menuturkan, hasil pemeriksaan dokumen yang dimiliki PT BAP menunjukkan bahwa perusahaan telah menjalankan prosedur K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) serta sistem pengolahan limbah sesuai aturan. Data yang tercatat bahkan memperlihatkan kadar limbah masih di bawah ambang batas wajar.

“Secara dokumen, pengolahan limbah sudah dilaksanakan dengan baik. Ada petunjuk teknis yang mengatur, dan sejauh ini perusahaan melaporkan hasil pengolahan yang sesuai standar,” tambahnya.

Aspirasi Masyarakat

Marcellio juga menegaskan bahwa aduan masyarakat bukan berupa protes keras, melainkan permintaan agar DPRD membantu memastikan kebenaran isu tersebut.

“Masyarakat hanya ingin tahu apakah benar limbah berasal dari PT BAP. Setelah kita cek, pihak perusahaan menegaskan limbah tidak mungkin mengalir ke sungai Kelubi karena jaraknya cukup jauh,” ungkapnya.

Ia sebagai wakil rakyat berkomitmen untuk terus melakukan fungsi pengawasan terkait aktivitas perusahaan yang berpotensi berdampak pada lingkungan.

Marcellio menegaskan, setiap laporan dari warga akan ditindaklanjuti dengan transparan.

“Sejauh ini, kelengkapan dokumen lingkungan PT BAP lengkap. Namun, kami akan terus mengawasi dan berkoordinasi dengan instansi teknis agar tidak ada celah yang merugikan masyarakat maupun lingkungan,” pungkasnya. (*)

Pemuda Ini dikeroyok Empat Orang di Bangka Barat

BERITABANGKA.COM – Kepolisian Sektor (Polsek) Simpang Teritip tengah mendalami kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP. Peristiwa ini terjadi di Desa Pelangas, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, pada Selasa dini hari (2/9/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, melalui PS. Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, membenarkan adanya laporan resmi yang telah diterima dari korban.

“Benar, telah diterima laporan terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan. Kejadian bermula saat korban dan keluarganya sedang beristirahat di rumah. Tiba-tiba beberapa orang pelaku mendobrak pintu rumah dan melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban dan keluarganya,” jelas Iptu Yos Sudarso, Selasa (2/9/2025).

Pelaku Gunakan Benda Tumpul

Berdasarkan keterangan sementara, aksi pengeroyokan tersebut melibatkan setidaknya empat orang yang identitasnya telah diketahui polisi.

Para pelaku diduga menggunakan berbagai benda tumpul yang ada di lokasi kejadian, mulai dari batu bata, kayu, sepeda mini, kunci inggris, hingga body motor.

“Korban dipukuli dengan berbagai benda tumpul di bengkel tempat mereka dikejar. Usai diserang, korban yang mengalami luka serius sempat meminta pertolongan ke rumah warga sekitar sebelum melapor ke Polsek,” tambah Iptu Yos.

Barang Bukti Diamankan

Dalam penyelidikan awal, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Di antaranya satu kunci inggris, dua batu bata, satu sepeda mini, sebuah pompa, box motor, serta papan kayu yang diduga dipakai pelaku saat melakukan pengeroyokan.

Ia menegaskan penyelidikan masih terus berjalan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi serta pengejaran terhadap para terduga pelaku.

“Kami mengimbau kepada pelaku agar segera menyerahkan diri dan bersikap kooperatif dalam proses hukum. Polisi akan menindak tegas setiap aksi main hakim sendiri yang meresahkan masyarakat,” tegas Iptu Yos.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka cukup parah dan sudah mendapat perawatan medis.

Polisi memastikan kasus ini ditangani serius oleh jajaran Polsek Simpang Teritip bersama Polres Bangka Barat untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. (*)

Pemuda Ini Hajar A Hingga Tewas di Desa Puput Babar

BERITABANGKA.COM, MENTOK – Nasib nahas menimpa seorang pemuda berinisial A (26), warga Dusun Bangun Jaya, Desa Air Kuang, Jebus, meregang nyawa usai diduga dianiaya pelaku berinisial M (18), merupakan warga Desa Cupat. Peristiwa berdarah itu terjadi di Desa Puput Bangka Barat sekitar pukul 03.30 WIB.

Namun tak begitu lama, Jajaran Polsek Jebus Polres Bangka Barat berhasil mengungkap kasus tersebut pada, Kamis (28/8/2025) dini hari.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Iptu Yos Sudarso menyebutkan, pelaku telah berhasil ditangkap polisi hanya beberapa jam setelah kejadian.

“Sekitar pukul 06.30 WIB, pelaku diamankan di rumahnya di Desa Cupat oleh Unit Reskrim Polsek Jebus,” jelas Iptu Yos, Kamis (28/8/2025).

Dari penangkapan tersebut, polisi di Bangka Barat mengamankan barang bukti berupa satu bilah pisau bergagang kayu dan satu buah sarung pisau berbahan kayu yang diduga digunakan pelaku saat menganiaya korban.

Meski begitu, polisi masih mendalami motif penganiayaan. “Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi untuk mengetahui latar belakang peristiwa ini,” tambahnya.

Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda di Bangka Barat, agar menghindari tindakan kekerasan dan menyelesaikan masalah melalui jalur damai maupun hukum.

Saat ini pelaku telah ditahan di sel tahanan Mapolsek Jebus untuk proses hukum lebih lanjut dan mempertanggung jawabkan perbuatannya. (*)